Wabup Samosir Tanam 3.450 Pohon di Lereng Pusuk Buhit

Foto: Wabup Samosir Tanam 3.450 Pohon di Lereng Pusuk Buhit. (dok/ist)

Samosir, JejakSiber.com – Wakil Bupati Samosir, Ariston Tua Sidauruk, melakukan penanaman pohon di lahan rehabilitasi hutan Lombang Nabagas, Desa Huta Ginjang, lereng Gunung Pusuk Buhit, Senin (16/2/26). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya konservasi kawasan sekaligus mendukung kelestarian lingkungan Danau Toba.

Aksi penghijauan tersebut melibatkan jajaran pemerintah daerah, PKK Kabupaten Samosir, serta berbagai pemangku kepentingan. Penanaman pohon terlaksana melalui kerja sama Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark bersama Komite II DPD RI, dengan dukungan PT Inalum, Perum Jasa Tirta, PPTSB, serta Pusat Studi Geopark Danau Toba.

Dalam sambutannya, Ariston menyampaikan apresiasi atas kolaborasi lintas lembaga yang dinilainya sebagai bukti nyata menjaga status Geopark Kaldera Toba.

“Dengan semangat gotong royong, saya yakin pohon yang ditanam hari ini dapat tumbuh dan berkembang demi kelestarian alam. Pelestarian lingkungan menjadi prioritas kami selain pembangunan sosial, karena berdampak pada kesejukan wilayah, keindahan lanskap, dan peningkatan daya tarik pariwisata yang bermuara pada pendapatan daerah,” ujarnya.

Anggota Komite II DPD RI, Badikenita Br. Sitepu, menilai penanaman pohon merupakan tanggung jawab moral seluruh elemen masyarakat. Ia mendorong keterlibatan generasi muda serta berkomitmen memperjuangkan program green village menjadi agenda nasional, termasuk membuka peluang beasiswa bagi mahasiswa geologi.

Dukungan juga datang dari Pastor Walden Sitanggang yang menegaskan kesiapan gereja terlibat dalam pemulihan alam. Menurutnya, pohon adalah sumber kehidupan sehingga wajib dijaga bersama.

Sementara itu, General Manager TCUGGp, Azizul Kholis, menyebut Kabupaten Samosir berada di garis depan pengembangan pariwisata Danau Toba. Ia menekankan bahwa status geopark harus diikuti langkah konkret melindungi kekayaan geologi, hayati, serta budaya empat suku utama di kawasan tersebut. Saat ini, TCUGGp melindungi 16 geosite dan tengah menyiapkan rekomendasi pengembangan geosite baru untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Pelopor kegiatan, Wilmar Simanjorang, menambahkan kolaborasi lintas pihak harus diiringi perawatan berkelanjutan agar bibit yang ditanam benar-benar tumbuh. Total sebanyak 3.450 batang bibit dari berbagai jenis diserahkan sejumlah pihak, dengan dukungan pemerintah daerah melalui penyediaan alat berat guna memperbaiki akses jalan dan lahan rehabilitasi. (Lamro Tamba)

Editor: Js