Header Ads Widget

IndoEBTKE ConEx 2026 Resmi Dibuka, Dorong Percepatan Energi Bersih

Foto: IndoEBTKE ConEx 2026 Resmi Dibuka, Dorong Percepatan Energi Bersih. (dok/ist)

Jakarta, JejakSiber.com — The 12th IndoEBTKE ConEx 2026 resmi dibuka di Convention Grand Ballroom, JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Rabu (9/9/2026). Forum energi baru, terbarukan, dan konservasi energi (EBTKE) tersebut menjadi salah satu momentum penting dalam mendorong percepatan proyek energi bersih sekaligus membuka peluang investasi di Indonesia.

Mengusung tema “Indonesia Renewable Energy Acceleration: Executing Strategic Projects, Unlocking Investment, Building Resilience”, kegiatan ini berlangsung selama tiga hari dan mempertemukan pemerintah, pengembang proyek, investor, lembaga pembiayaan, pelaku industri, penyedia teknologi, hingga pemangku kepentingan energi dari dalam dan luar negeri.

Pembukaan IndoEBTKE ConEx 2026 dihadiri Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia Yuliot, Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Prof. Dr. Eng. Eniya Listiani Dewi, B.Eng., M.Eng., IPU, perwakilan kementerian/lembaga terkait, duta besar negara sahabat, pimpinan organisasi penyelenggara, serta lebih dari 1.000 peserta.

Penyelenggaraan tahun ini juga mencatat momentum penting dengan untuk pertama kalinya sembilan organisasi berada dalam satu forum dan menyuarakan agenda industri energi bersih secara bersama.

Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) bertindak sebagai tuan rumah utama, sementara Masyarakat Konservasi dan Efisiensi Energi Indonesia (MASKEEI) sebagai co-host. Keduanya didukung tujuh asosiasi mitra, yakni AESI, AEAI, API, MEBI, APPLTA, PJCI, dan Masyarakat Biometana Indonesia, serta Boston Consulting Group sebagai knowledge partner.

Dalam sambutannya, Wakil Menteri ESDM Yuliot menekankan pentingnya swasembada energi, hilirisasi serta perluasan akses dan jangkauan energi bagi masyarakat maupun industri.

Menurutnya, pengembangan EBTKE memiliki posisi strategis dalam memperkuat ketahanan energi nasional. Transisi energi tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan komitmen global, tetapi juga menjadi bagian dari strategi menghadapi dinamika geopolitik dan ketidakpastian pasokan energi fosil.

Sementara itu, Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi menyampaikan bahwa Indonesia mulai memasuki fase eksekusi dalam mempercepat transisi energi.

Ia menyebut implementasi pengembangan EBTKE telah mencapai 17,3 persen pada semester ini. Pemerintah juga terus mendorong percepatan pencapaian target bauran energi baru terbarukan sebesar 30 persen pada 2034.

“Implementasi pengembangan EBTKE telah mencapai 17,3% pada semester ini,” ujar Eniya dalam keterangannya sebagaimana dikutip dalam siaran pers penyelenggara.

Ketua Umum Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) Norman Ginting menilai penyatuan sembilan organisasi dalam satu forum mencerminkan pendekatan menyeluruh atau whole-of-sector dalam agenda transisi energi nasional.

Menurutnya, transisi energi tidak dapat hanya bertumpu pada satu jenis sumber energi. Ekosistem tersebut mencakup energi surya, angin, panas bumi, bangunan hijau, efisiensi energi, hingga manufaktur peralatan kelistrikan dalam negeri.

Hari pertama IndoEBTKE ConEx 2026 juga ditandai dengan dibukanya area pameran yang menghadirkan 22 booth perusahaan dari sektor energi terbarukan dan kelistrikan.

Selain pameran, rangkaian kegiatan mencakup sesi pleno dan breakout session, serta pembukaan Networking Hub yang dirancang untuk mempertemukan pengembang proyek dengan investor dan lembaga pembiayaan.

Agenda lainnya adalah Signing Ceremony for EBTKE, yang ditandai dengan 12 penandatanganan dukungan terhadap berbagai program EBTKE.

Dukungan tersebut dinilai memperlihatkan semakin luasnya kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, BUMN, lembaga internasional, pengembang proyek, serta pemangku kepentingan lainnya dalam mempercepat implementasi energi berkelanjutan.

Sejumlah perusahaan dan institusi juga tercatat memberikan dukungan sebagai sponsor, antara lain Pertamina, BPDP, GIZ, GGGI, PLN, Supreme Energy, Sembcorp, Star Energy Geothermal, HK, Summit Niaga, Geo Dipa, PCG Global, dan WIKA.

Penyelenggara menilai dukungan luas tersebut menunjukkan tingginya kepercayaan terhadap agenda transisi energi bersih di Indonesia sekaligus memperkuat posisi IndoEBTKE ConEx sebagai forum kolaborasi strategis di kawasan ASEAN.

IndoEBTKE ConEx 2026 juga menjadi bagian dari rangkaian Indonesia Energy & Engineering Series 2026, yang berlangsung bersamaan dengan Electric & Power Indonesia (EPI) ke-24 dalam rangkaian Energy Week.

Sinergi tersebut diharapkan mampu mempertemukan pemerintah, pelaku industri, penyedia teknologi, akademisi, investor, dan pemangku kepentingan lainnya untuk menciptakan kolaborasi serta solusi yang mendukung pengembangan sektor energi baru dan terbarukan di Indonesia.

Dengan dukungan kebijakan pemerintah, meningkatnya minat investasi hijau, serta penguatan kerja sama regional, IndoEBTKE ConEx 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai forum diskusi, tetapi menjadi ruang untuk mendorong lahirnya kemitraan dan mempercepat realisasi proyek strategis energi bersih. (*)

Editor: Js