![]() |
| Foto: Pengelolaan Air Jakarta Disorot di Forum PBB. (dok/ist) |
New York, JejakSiber.com – Pengelolaan layanan air minum perpipaan di Jakarta mendapat sorotan dalam rangkaian 81st UN General Assembly di New York. Direktur Utama PAM JAYA, Arief Nasrudin, menjadi satu-satunya perwakilan dari Indonesia yang diminta memaparkan perspektif pengelolaan air minum perpipaan dalam Private CEO Roundtable.
Kehadiran Arief dalam forum tersebut merupakan bagian dari undangan Ministry of Foreign Affairs of the United Arab Emirates (UAE) selaku penyelenggara. Forum ini mempertemukan para CEO dan pemimpin bisnis global untuk membahas sejumlah isu strategis, termasuk investasi sektor air yang berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi, kesehatan, lingkungan, ketahanan pangan, serta pembangunan infrastruktur berkelanjutan.
Dalam forum tersebut, PAM JAYA membawa pengalaman Jakarta dalam mengembangkan layanan air minum perpipaan sekaligus membahas tantangan kebutuhan infrastruktur dan investasi untuk mendukung pertumbuhan kota.
PAM JAYA menargetkan cakupan layanan mencapai 100 persen pada 2029. Untuk mendukung target tersebut, perusahaan menargetkan pengembangan kapasitas produksi hingga 32.950 liter per detik serta pembangunan jaringan perpipaan sepanjang 16.234 kilometer.
Perluasan jaringan layanan tersebut juga diarahkan untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap air tanah dan membantu mengatasi persoalan penurunan muka tanah. Selain itu, pengembangan layanan air perpipaan dinilai menjadi bagian dari upaya meningkatkan ketahanan Jakarta terhadap perubahan iklim dan memperkuat daya dukung kota sebagai pusat ekonomi global.
Arief menempatkan pembangunan infrastruktur air, peningkatan kualitas layanan, dan keberlanjutan sumber daya air sebagai bagian yang saling berkaitan dengan agenda pertumbuhan perkotaan.
“Kebutuhan layanan air minum perpipaan, pembangunan infrastruktur, investasi, dan pertumbuhan kota saling berkaitan dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan,” ujar Arief dalam keterangannya.
Dorong Investasi Infrastruktur Air
Kebutuhan investasi menjadi salah satu perhatian PAM JAYA dalam pengembangan layanan. Perusahaan terus mendorong revitalisasi jaringan perpipaan untuk meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus menekan kehilangan air atau non-revenue water (NRW).
Jaringan perpipaan yang sebagian besar telah berusia lebih dari dua dekade menjadi salah satu tantangan yang membutuhkan investasi serta dukungan mitra strategis.
Selain pengembangan jaringan, transformasi pengelolaan layanan juga dilakukan melalui pemanfaatan teknologi. PAM JAYA antara lain mengembangkan smart water meter, integrated billing system, dan enterprise resource planning (ERP) untuk mendukung efisiensi serta meningkatkan akurasi data dalam pengambilan keputusan.
Dalam rangkaian pertemuan di New York, PAM JAYA juga melakukan penjajakan awal terkait creative financing bersama sejumlah pemimpin bisnis. Pendekatan tersebut dijajaki sebagai salah satu alternatif untuk mendukung kebutuhan investasi dan pengembangan infrastruktur air.
Penjajakan Water Cooling Data Center
Tidak hanya membahas layanan air minum, PAM JAYA juga membuka peluang penjajakan di sektor industri yang berkaitan dengan water cooling untuk kebutuhan data center.
Penjajakan ini menjadi bagian dari upaya melihat potensi peran PAM JAYA dalam mendukung kebutuhan air bagi perkembangan industri berbasis teknologi dan infrastruktur digital di Jakarta.
Bagi PAM JAYA, forum internasional tersebut menjadi ruang untuk berbagi pengalaman pengelolaan layanan air minum perpipaan di Jakarta sekaligus memperluas pertukaran pengetahuan dengan pemimpin dan pelaku sektor air di tingkat global.
“Air bukan sekadar kebutuhan dasar, tetapi merupakan fondasi bagi kehidupan, kesehatan, lingkungan, dan pertumbuhan ekonomi. Ketika kita berbicara mengenai pembangunan masa depan, maka pembicaraan mengenai air harus ditempatkan di bagian paling fundamental,” kata Arief.
PAM JAYA menyatakan keterlibatan dalam rangkaian 81st UN General Assembly juga menjadi kesempatan untuk membuka peluang kolaborasi internasional, termasuk dalam pengembangan layanan air yang andal dan berkelanjutan serta mendukung kebutuhan Jakarta sebagai kota dengan aktivitas ekonomi dan populasi yang terus berkembang.
Catatan: Berita ini disusun berdasarkan siaran pers PAM JAYA tertanggal 22 September 2026 yang diterima redaksi. Informasi dan pernyataan dalam berita merujuk pada materi rilis tersebut. (*)
Editor: Js



















