Jembatan Rapuh di Sianjur Mula-mula, Jeritan Warga Tenggelam di Pesta HUT Samosir?

Foto: Kondisi jembatan di Desa Singkam, Kecamatan Sianjur Mula-mula (kanan-kiri) saat dilalui warga yang baru saja pulang ibadah dari gereja, Bupati Samosir, Vandiko Gultom saat menikmati kemeriahan pesta puncak perayaan Hari Jadi ke-22 Kabupaten Samosir yang dimeriahkan oleh sederet artis lokal hingga nasional (insert). (dok/ist/ss)

Samosir, JejakSiber.com – Kondisi jembatan penyeberangan di Jl. Gereja, Desa Singkam, Kecamatan Sianjur Mula-mula, Kabupaten Samosir, Provinsi Sumatera Utara, memantik keprihatinan. Infrastruktur yang menjadi akses utama warga menuju gereja itu kini dalam keadaan memprihatinkan—rapuh, tanpa pembatas, dan hanya tersusun dari potongan kayu yang tidak rata.

Rekaman video berdurasi 1 menit 5 detik yang diterima redaksi, diambil pada Minggu (1/3/26) pukul 13.05 WIB, memperlihatkan betapa berbahayanya jembatan tersebut. Kayu alas tampak renggang dan tidak sejajar, membuat pejalan kaki harus ekstra hati-hati. Jika dipaksakan dilalui kendaraan roda dua, risikonya jelas: tergelincir atau bahkan terjatuh ke bawah karena tidak adanya pagar pengaman di sisi jembatan.

Dalam video itu, seorang ibu lansia yang baru pulang dari gereja menyuarakan keluhannya dengan nada getir.

“Inilah jalan kami pulang dari gereja. Kasihanlah dulu kami ini, bangunlah dulu jalan kami ini. Kalau runtuh, kami tidak bisa lagi ke gereja,” ucapnya dalam bahasa Batak Toba yang telah diterjemahkan ke Bahasa Indonesia.

Pemandangan yang lebih memilukan terlihat ketika seorang nenek berambut putih dan tubuh membungkuk harus dipapah seorang pria berjas dan berdasi untuk melintasi jembatan tersebut. Situasi ini bukan sekadar soal kenyamanan, melainkan menyangkut keselamatan jiwa.

Seorang pria lain dalam rekaman itu turut menyampaikan harapan agar pemerintah segera turun tangan. “Beginilah jalan kami pulang ibadah dari gereja, agar diperhatikan pemerintah,” ujarnya.

Ironisnya, beberapa hari sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Samosir merayakan Hari Jadi ke-22 Kabupaten Samosir pada Jumat (27/2/26) dengan pesta meriah menghadirkan sejumlah artis nasional seperti Tonton Caribo dan grup band Ungu, serta artis lokal lainnya. Perayaan tersebut berlangsung semarak dan disebut-sebut menghabiskan anggaran yang tidak sedikit.

Kontras antara pesta panggung hiburan dan kondisi jembatan rapuh di Desa Singkam memunculkan pertanyaan tajam: di mana prioritas pembangunan daerah? Apakah keselamatan warga masih menjadi fokus utama, atau justru tersisih oleh gemerlap seremoni tahunan?

Hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak pemerintah Kabupaten Samosir terkait kendala pembangunan jembatan tersebut. Publik menunggu jawaban—bukan sekadar janji, tetapi tindakan nyata. (Js/*)

Editor: Red