Mudik Gratis Pemko Medan Diprotes, Warga Keluhkan Kuota dan Transparansi

Foto: Mudik Gratis Pemko Medan Diprotes, Warga Keluhkan Kuota dan Transparansi. (dok/ist)

Medan, JejakSiber.com - Program mudik gratis yang digelar Pemerintah Kota Medan melalui Dinas Perhubungan Kota Medan menuai keluhan dari sejumlah warga. Pelaksanaan pendaftaran yang berlangsung pada Selasa (3/3/26) disebut memunculkan tanda tanya terkait mekanisme distribusi kuota di berbagai daerah tujuan se-Sumatera Utara.

Sejumlah warga berharap pelayanan dan sistem pendaftaran mudik gratis yang rutin digelar setiap bulan Ramadan itu dapat lebih tertata, terbuka, dan transparan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Muhammad Habiburokhman, warga Kota Medan yang berencana mudik ke Padang Sidempuan, mengaku telah mengantre sejak subuh demi mendapatkan tiket program tersebut. Namun saat loket pendaftaran dibuka pukul 07.30 WIB, kuota tujuan Padang Sidempuan yang berjumlah 320 orang disebut telah habis hanya dalam waktu sekitar 30 menit.

“Saya sudah antre dari subuh. Tapi begitu dibuka, sekitar setengah jam kuotanya langsung habis. Ini yang membuat kami kecewa,” ujarnya kepada awak media.

Dalam kekesalannya, ia bahkan melontarkan sindiran agar ke depan program tersebut lebih baik diperuntukkan khusus bagi internal pemerintah jika memang sulit diakses masyarakat umum.

“Saya usulkan tahun depan lebih bagus buat saja mudik gratis hanya khusus spesial untuk keluarga besar Pemko Medan atau Dinas Perhubungan saja, jangan bikin untuk masyarakat,” katanya.

Meski demikian, Habiburokhman menyatakan dapat menerima apabila kuota memang benar-benar telah terpenuhi, asalkan disertai bukti yang jelas dan transparan mengenai jumlah pendaftar dan distribusi tiket.

Ia juga menyoroti perbedaan kondisi di loket tujuan daerah Natal, Kabupaten Mandailing Natal, yang memiliki kuota 400 orang. Menurutnya, antrean di loket tersebut masih terlihat berlangsung hingga sekitar pukul 11.30 WIB menjelang siang hari.

Situasi ini memunculkan pertanyaan di kalangan warga mengenai mekanisme teknis pendistribusian kuota di tiap tujuan, serta sistem verifikasi yang digunakan dalam proses pendaftaran.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemerintah Kota Medan maupun Dinas Perhubungan Kota Medan terkait kemungkinan penambahan kuota ataupun evaluasi pelaksanaan pendaftaran di hari tersebut. (Gjys)

Editor: Js