Header Ads Widget

Anggota Koramil 07/Maos Ikuti Simulasi Keadaan Darurat Tingkat 0 di Fuel Terminal Maos

Foto: Anggota Koramil 07/Maos Ikuti Simulasi Keadaan Darurat Tingkat 0 di Fuel Terminal Maos. (dok/ist)

Cilacap, JejakSiber.com – Anggota Koramil 07/Maos yang dipimpin Pelda Yusuf Susanto bersama tiga anggota lainnya melaksanakan kegiatan bantuan pengamanan dalam Simulasi Keadaan Darurat Tingkat 0 yang diselenggarakan oleh PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Maos. Kegiatan berlangsung di area Fuel Terminal Maos dan sekitar Jalan Stasiun, Desa Karangreja, Kecamatan Maos, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Jumat (12/6/2026).

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Arif Suryawan dari Pertamina Fuel Terminal Maos, Kelik dari BPBD Kabupaten Cilacap, Kholif H. dari Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Cilacap, Pelda Yusuf Susanto selaku Babinsa Desa Klapagada bersama tiga anggota Koramil 07/Maos, Aipda Supriyanto bersama tiga anggota Polsek Maos, Kepala Desa Karangreja Setiyaji Panggung beserta perangkat desa, Winarti dari Puskesmas Maos, Uswatun Khasanah dari PMC Sampang, serta sekitar 30 warga Desa Karangreja.

Kegiatan simulasi tersebut dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan seluruh unsur terkait dalam menghadapi dan mengatasi kondisi darurat yang berpotensi terjadi di lingkungan operasional perusahaan.

Kehadiran personel Koramil 07/Maos dan Polsek Maos dalam kegiatan tersebut merupakan wujud sinergitas antara perusahaan, TNI, Polri, BPBD, pemerintah desa, tenaga kesehatan, serta masyarakat dalam mendukung sistem penanggulangan keadaan darurat secara terpadu.

Rangkaian kegiatan meliputi simulasi terjadinya kebakaran di area Fuel Terminal Maos, proses evakuasi warga terdampak, penanganan korban, hingga evaluasi pelaksanaan simulasi yang dilaksanakan di Aula Fuel Terminal Maos.

Pelda Yusuf Susanto menyampaikan bahwa kegiatan simulasi seperti ini sangat penting untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan seluruh pihak dalam menghadapi situasi darurat.

“Simulasi ini merupakan program rutin yang bertujuan memberikan gambaran kepada masyarakat sekitar mengenai pentingnya kewaspadaan serta langkah-langkah yang harus dilakukan apabila terjadi kejadian yang tidak diinginkan. Dengan latihan seperti ini, diharapkan seluruh unsur dapat bertindak cepat, tepat, dan terkoordinasi saat menghadapi kondisi darurat yang sebenarnya,” ujarnya.

Selama kegiatan berlangsung, seluruh rangkaian simulasi berjalan dengan lancar, tertib, dan aman sesuai dengan skenario yang telah ditetapkan. Kegiatan ini juga menjadi sarana evaluasi guna meningkatkan efektivitas koordinasi antarinstansi dalam penanganan keadaan darurat di masa mendatang. (Hk)

Editor: Js