![]() |
| Foto: Elnusa Petrofin Tindak Tegas Pelanggaran Etika AMT di Maros. (dok/ist) |
Makassar, JejakSiber.com — PT Elnusa Petrofin (EPN) mengambil langkah tegas menyikapi beredarnya pemberitaan dan video di media sosial yang memperlihatkan tindakan indisipliner seorang Awak Mobil Tangki (AMT) di wilayah Maros, Sulawesi Selatan.
Perusahaan menyatakan telah melakukan penanganan terhadap oknum berinisial RE yang terlibat dalam peristiwa tersebut. Elnusa Petrofin menegaskan, RE bukan merupakan karyawan langsung perusahaan, melainkan tenaga kerja alih daya (outsourcing) yang bekerja melalui mitra penyedia jasa, PT Alam Insan Fortuna.
Sebagai tindak lanjut, RE telah dikembalikan kepada perusahaan penyedia jasa dan dikenai sanksi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Langkah tersebut disebut sebagai bagian dari upaya perusahaan menjaga standar profesionalisme sekaligus memastikan kegiatan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) kepada masyarakat tetap berjalan aman dan lancar.
Manager Corporate Communication & Relation PT Elnusa Petrofin, Putiarsa Bagus Wibowo, mengatakan manajemen telah merespons peristiwa tersebut secara cepat.
"Kami memastikan bahwa insiden ini telah ditangani dengan cepat. Fokus utama kami adalah pelayanan publik, dan kami menjamin seluruh proses distribusi pasokan energi di wilayah terkait tetap dalam kondisi aman, terkendali, dan berjalan lancar," kata Putiarsa dalam keterangan tertulis, Senin (14/9/2026).
Pastikan Hak Ketenagakerjaan Dipenuhi
Elnusa Petrofin juga menjelaskan bahwa proses pemberian sanksi terhadap RE dilakukan oleh PT Alam Insan Fortuna selaku perusahaan yang menaungi tenaga kerja tersebut.
Sanksi PHK terhadap RE disebut resmi diberlakukan pada 14 September 2026. Elnusa Petrofin menyatakan mitra penyedia jasa juga telah menuntaskan kewajiban dan hak ketenagakerjaan terhadap yang bersangkutan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Perusahaan menilai penegakan disiplin terhadap personel yang terlibat dalam kegiatan operasional merupakan bagian penting dalam menjaga keandalan layanan distribusi energi, terlebih distribusi BBM berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Dalam pernyataannya, Elnusa Petrofin juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan mitra kerja atas ketidaknyamanan yang muncul akibat peristiwa tersebut.
"Kami menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan mitra kerja atas ketidaknyamanan yang timbul akibat peristiwa tersebut," ujar Putiarsa.
Pengawasan Mitra Diperketat
Peristiwa di Maros tersebut menjadi bahan evaluasi bagi Elnusa Petrofin dalam memperkuat pengawasan terhadap personel maupun mitra penyedia jasa tenaga kerja yang terlibat dalam kegiatan operasional.
Putiarsa menegaskan bahwa perusahaan tidak memberikan toleransi terhadap pelanggaran yang berkaitan dengan aspek operasional maupun etika kerja.
"Elnusa Petrofin tidak menoleransi segala bentuk pelanggaran operasional maupun etika dari seluruh personel," tegasnya.
Menurut dia, perusahaan akan terus melakukan evaluasi sekaligus memperketat pengawasan terhadap seluruh mitra penyedia jasa tenaga kerja.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan standar profesionalisme tetap diterapkan dalam kegiatan operasional di lapangan, termasuk dalam proses distribusi energi kepada masyarakat.
"Hal ini mutlak dilakukan guna memastikan profesionalisme layanan dan kelancaran distribusi energi nasional senantiasa terjaga," kata Putiarsa.
Distribusi BBM Diklaim Tetap Aman
Di tengah munculnya pemberitaan dan video terkait tindakan indisipliner tersebut, Elnusa Petrofin memastikan peristiwa itu tidak mengganggu proses distribusi pasokan energi di wilayah terkait.
Perusahaan menyatakan distribusi BBM tetap berlangsung dalam kondisi aman, terkendali, dan berjalan lancar.
Penegasan tersebut sekaligus menjadi bagian dari respons perusahaan terhadap perhatian publik yang muncul setelah video dan pemberitaan mengenai tindakan oknum AMT tersebut beredar di media sosial.
Elnusa Petrofin menyatakan penanganan terhadap personel yang melakukan pelanggaran serta evaluasi terhadap mitra penyedia jasa akan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga profesionalisme dan keandalan distribusi BBM.
Dengan langkah tersebut, perusahaan menegaskan komitmennya untuk menjaga standar operasional dan etika kerja di lapangan, sekaligus memastikan pelayanan distribusi energi kepada masyarakat tetap berjalan sebagaimana mestinya. (*)
Editor: Js



















