![]() |
| Foto: Polisi Selidiki Temuan Mayat Bocah dalam Karung di Cilacap. (dok/ist) |
Cilacap, JejakSiber.com – Polisi masih menyelidiki kasus penemuan mayat seorang anak perempuan berusia 4 tahun 10 bulan yang ditemukan di dalam karung di Jalan Dr Rajiman, Kelurahan Gunung Simping, Kecamatan Cilacap Tengah, Jumat (30/1/26) pagi.
Kapolresta Cilacap Kombes Pol Budi Adhy Buono mengatakan, korban sebelumnya dilaporkan hilang sejak Kamis (29/1/26).
“Korban terakhir kali terlihat bermain di sekitar rumahnya di Jalan Dr Rajiman pada Kamis sekitar pukul 10.00 WIB,” ujar Budi saat konferensi pers di Mapolresta Cilacap, Jumat (30/1/26).
Setelah bermain, korban sempat pulang ke rumah dan bertemu dengan kakeknya, Tasikun. Korban kemudian berpamitan untuk membeli es dan kembali bermain bersama teman-temannya di sekitar rumah.
“Namun hingga sore hari korban tidak kembali ke rumah. Keluarga kemudian melakukan pencarian dan bertanya kepada warga sekitar, tetapi korban tidak ditemukan,” jelasnya.
Karena pencarian tidak membuahkan hasil, pihak keluarga melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Cilacap Tengah. Polisi bersama warga setempat kemudian melakukan pencarian hingga malam hari, namun korban belum juga ditemukan.
Keesokan harinya, Jumat (30/1/2026) sekitar pukul 06.30 WIB, seorang warga melaporkan kepada Polsek Cilacap Tengah dan menghubungi layanan 110 terkait adanya temuan mencurigakan di sekitar lokasi.
“Petugas mendatangi lokasi yang masih berada di sekitar Jalan Dr Rajiman, Kelurahan Gunung Simping. Jaraknya hanya sekitar 20 meter dari rumah korban,” kata Budi.
Setelah dilakukan pengecekan oleh petugas Satreskrim Polresta Cilacap, ditemukan mayat seorang anak perempuan di dalam karung. Polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta pemeriksaan awal di lokasi.
Selanjutnya, polisi berkoordinasi dengan dokter Puskesmas Cilacap Tengah untuk pemeriksaan awal sebelum jenazah dievakuasi.
“Korban kemudian dibawa ke RSUD Dr Margono Soekarjo Banyumas untuk dilakukan visum dan autopsi,” ujarnya.
Hingga kini, penyidik Satreskrim Polresta Cilacap masih melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan para saksi.
“Sebanyak empat saksi telah kami periksa, yakni kakek korban atas nama Tasikun serta tiga warga di sekitar lokasi penemuan jenazah,” imbuhnya.
Polisi masih menunggu hasil autopsi untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban.
“Kami berharap perkara ini dapat segera terungkap dan tuntas. Kami mohon doa dari masyarakat,” ujar Budi.
Kapolresta Cilacap juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya, terutama yang beredar di media sosial dan platform online.
“Kami meminta masyarakat tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum jelas sumber serta kebenarannya. Percayakan penanganan kasus ini kepada kepolisian,” tegasnya.
Menurut Budi, penyebaran hoaks dapat mengganggu proses penyelidikan dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kabupaten Cilacap agar tetap kondusif. (Hk)
Editor: Js

















