![]() |
| Foto: 604 Wisudawan UNRIKA Dikukuhkan, Kisah Jonrius Sinurat Jadi Inspirasi Perjuangan Pendidikan. (dok/ist) |
Batam, JejakSiber.com – Universitas Riau Kepulauan (UNRIKA) kembali mencatatkan sejarah akademik melalui pelaksanaan Wisuda Periode XLI Tahun Akademik 2025/2026 yang berlangsung khidmat di Auditorium Universitas Riau Kepulauan, Sabtu (25/4/2026).
Sebanyak 604 wisudawan resmi dikukuhkan dalam prosesi wisuda yang dibagi menjadi dua sesi. Pada sesi pagi, sebanyak 299 wisudawan terdiri dari Fakultas Hukum sebanyak 157 orang dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis sebanyak 142 orang. Sementara pada sesi sore, sebanyak 305 wisudawan berasal dari Fakultas Teknik 86 orang, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan 51 orang, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 52 orang, serta Program Pascasarjana sebanyak 116 orang.
![]() |
| Foto: Satu kelas Jonrius Sinurat. (dok/ist) |
Fakultas Hukum kembali menjadi fakultas dengan jumlah wisudawan terbanyak pada periode ini.
Prosesi wisuda dibuka langsung oleh Ketua Senat Universitas Riau Kepulauan, Assoc. Prof. Dr. Tibrani, S.E., M.M., dan dipimpin oleh Rektor Universitas Riau Kepulauan, Prof. Dr. Hj. Sri Langgeng Ratnasari, S.E., M.M.
Turut hadir Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Batam (YPTB), Edwin Agung Wibowo, S.E., M.Comm., Wakil Rektor I, Wakil Rektor II, Wakil Rektor III, para dekan, dosen, serta sivitas akademika UNRIKA.
Selain itu, acara juga dihadiri Ketua Yayasan Universitas Labuhanbatu (ULB), Dr. Halomoan Nasution, S.H., M.H., Rektor Universitas Labuhanbatu, Assoc. Prof. Ade Parlaungan Nasution, Ph.D., Rektor Universitas Ibnu Sina Batam, Assoc. Prof. Dr. Ir. Larisang, M.T., I.P.U., beserta sejumlah tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Ketua Senat UNRIKA, Assoc. Prof. Dr. Tibrani, menyampaikan bahwa wisuda bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal pengabdian kepada masyarakat.
"Ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan tinggi harus menjadi bekal untuk membangun daerah, bangsa dan negara. Jadilah lulusan yang mampu membawa perubahan positif di tengah masyarakat," ujarnya.
![]() |
| Foto: 604 Wisudawan UNRIKA Dikukuhkan, Kisah Jonrius Sinurat Jadi Inspirasi Perjuangan Pendidikan. (dok/ist) |
Sementara itu, Rektor UNRIKA, Prof. Dr. Hj. Sri Langgeng Ratnasari, mengapresiasi perjuangan para wisudawan yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan di tengah berbagai tantangan.
Menurutnya, keberhasilan para lulusan merupakan bukti bahwa kerja keras, disiplin dan komitmen akan selalu menghasilkan prestasi yang membanggakan.
"UNRIKA akan terus berkomitmen melahirkan sumber daya manusia yang unggul, profesional dan berkarakter. Kami berharap para lulusan dapat menjadi agen perubahan dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa," katanya.
Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Batam, Edwin Agung Wibowo, juga menyampaikan rasa bangga atas pencapaian para wisudawan.
Ia menegaskan bahwa yayasan akan terus mendukung peningkatan kualitas pendidikan, sarana dan prasarana guna mencetak lulusan yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
![]() |
| Foto: Jonrius Sinurat bersama istri dan lima anaknya. (dok/ist) |
Di antara ratusan wisudawan yang dikukuhkan, terdapat sosok inspiratif bernama Jonrius Sinurat yang berhasil menyelesaikan studi Sarjana Hukum dalam waktu 3,5 tahun atau tujuh semester dengan predikat Cumlaude dan kelulusan sangat memuaskan di usianya yang memasuki 41 tahun.
Perjalanan akademiknya tidaklah mudah. Di tengah kesibukan sebagai wartawan, Jonrius harus membagi waktu antara pekerjaan, perkuliahan, serta tanggung jawab sebagai kepala keluarga dengan lima orang anak.
Berbagai tantangan harus dihadapinya, mulai dari persoalan ekonomi, manajemen waktu hingga tekanan pekerjaan. Namun semua itu tidak menyurutkan tekadnya untuk meraih pendidikan tinggi.
Momen wisuda menjadi semakin haru karena ibunda tercintanya, T. Br. Sihombing yang sudah berusia 76 tahun, datang langsung dari kampung halaman di Balam, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau, untuk menyaksikan anak keenam dari sembilan bersaudara itu menerima gelar sarjana hukum.
![]() |
| Foto: Jonrius Sinurat bersama ibu tercinta dan istrinya. (dok/ist) |
Turut hadir pula sang istri, Lianni Nababan, kelima anaknya, dua saudara kandung bersama seorang keponakan yang datang dari kampung halaman, serta keluarga besar yang selama ini memberikan dukungan penuh.
Jonrius mengaku perjalanan yang dilaluinya selama kuliah penuh dengan suka dan duka.
"Ketika saya memutuskan kuliah pada tahun 2022 setelah ayah saya meninggal dunia pada Juli 2021, saya hanya memiliki satu keyakinan, bahwa pendidikan adalah jalan untuk memperbaiki masa depan. Saya harus tetap berdiri di atas kaki sendiri, bekerja keras dan menjadi contoh bagi anak-anak saya," ujar dengan penuh semangat.
Ia mengatakan bahwa keberhasilannya bukanlah hasil perjuangan seorang diri.
"Saya berdiri di sini karena doa seorang ibu, dukungan seorang istri, semangat anak-anak dan kasih sayang keluarga. Tidak ada perjuangan besar yang bisa diselesaikan sendirian. Saya ingin membuktikan bahwa sesibuk apa pun seseorang, selama ada kemauan dan disiplin, pendidikan tetap bisa diraih," kata Jonrius.
Jonrius juga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh pihak yang telah mendukung perjalanan akademiknya, baik secara moral maupun material.
![]() |
| Foto: Keluarga Jonrius Sinurat usai acara wisuda. (dok/ist) |
Usai wisuda, ia bertekad untuk berziarah ke makam ayahandanya di Balam, Rokan Hilir, Riau.
"Bagi saya, gelar ini bukan hanya milik saya. Ini adalah persembahan untuk ayah saya yang sudah tiada. Beliau selalu berpesan bahwa bagi orang Batak, pendidikan adalah warisan paling mahal yang dapat diberikan orang tua kepada anak-anaknya. Pesan itulah yang terus saya pegang sampai hari ini," katanya.
Kisah Jonrius Sinurat menjadi salah satu potret nyata bahwa pendidikan tidak mengenal batas usia, profesi maupun keadaan. Dengan tekad, kerja keras dan dukungan keluarga, setiap mimpi dapat diwujudkan menjadi kenyataan. (Kristina)
Editor: Js
























