Header Ads Widget

Amsakar Tekankan Pentingnya Data Akurat untuk Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Foto: Amsakar Tekankan Pentingnya Data Akurat untuk Sukseskan Sensus Ekonomi 2026. (dok/ist/hum)

Batam, JejakSiber.com – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan pentingnya ketersediaan data yang akurat dan terpadu sebagai fondasi utama dalam perencanaan pembangunan daerah. Hal ini disampaikannya saat menerima audiensi Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam terkait pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, di Kantor Wali Kota Batam, Kamis (9/4/26).

Dalam pertemuan tersebut, Amsakar menyoroti masih adanya ketidaksinkronan data antarinstansi yang menjadi tantangan serius dalam penyusunan kebijakan. Menurutnya, kondisi ini harus segera dibenahi agar arah pembangunan dapat berjalan selaras dan tepat sasaran.

“Perencanaan tanpa data yang akurat ibarat berjalan tanpa arah. Ini yang harus kita benahi bersama,” tegasnya.

Amsakar menyambut baik pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 sebagai langkah strategis untuk menghadirkan data yang lebih komprehensif dan dapat dipertanggungjawabkan. Ia juga mengapresiasi upaya BPS Batam dalam mengoordinasikan berbagai persiapan pelaksanaan sensus tersebut.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa capaian makro ekonomi Batam saat ini menunjukkan tren yang positif. Pertumbuhan ekonomi Batam bahkan tercatat konsisten berada di atas rata-rata nasional, dengan selisih sekitar 1,5 hingga 2 persen.

Dalam pertemuannya dengan Presiden Prabowo Subianto, Batam juga diharapkan mampu menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi nasional. Harapan ini dinilai sejalan dengan berbagai potensi strategis yang dimiliki daerah tersebut.

Saat ini, Batam memiliki empat Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), yakni Nongsa Digital Park, Batam Aero Technic, Tanjung Sauh, serta KEK Pariwisata dan Kesehatan Internasional Batam. Selain itu, terdapat 31 kawasan industri dan sekitar 110 galangan kapal yang menjadi tulang punggung sektor industri di daerah tersebut.

“Potensi ini harus didukung dengan data yang kuat agar kebijakan yang diambil tepat sasaran,” ujarnya.

Dari sisi regulasi, Amsakar juga menekankan pentingnya dukungan pemerintah pusat dalam menyelaraskan berbagai kebijakan, termasuk melalui Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2025, Nomor 28 Tahun 2025, dan Nomor 47 Tahun 2025. Regulasi tersebut dinilai penting untuk memperkuat iklim investasi dan meningkatkan pelayanan perizinan di Batam.

Ia pun menargetkan pertumbuhan ekonomi Batam dapat menembus angka di atas 7 persen pada 2026. Target tersebut, menurutnya, harus ditopang dengan penguatan sektor industri pengolahan, kemandirian bahan baku, serta kelancaran distribusi barang.

Sementara itu, Kepala BPS Kota Batam, Eko Aprianto, menyampaikan bahwa Sensus Ekonomi 2026 akan dilaksanakan pada Mei hingga Agustus 2026. Kegiatan ini akan mencakup seluruh pelaku usaha, baik skala kecil, menengah, maupun besar.

“Pelaksanaan sensus diawali dengan pengisian kuesioner secara daring oleh pelaku usaha, kemudian dilanjutkan dengan survei lapangan berbasis digital,” jelasnya.

Ia mengakui, salah satu tantangan utama dalam pelaksanaan sensus adalah menjangkau perusahaan besar. Untuk itu, pihaknya berharap dukungan penuh dari Pemerintah Kota Batam dan BP Batam agar tingkat partisipasi pelaku usaha dapat berjalan optimal.

Melalui pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, diharapkan dapat tersusun basis data ekonomi yang akurat dan terintegrasi. Data tersebut nantinya menjadi landasan kuat dalam perencanaan pembangunan serta mendorong Batam sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi nasional. (*/red)

Editor: Js