![]() |
| Foto: Gerakan Hijau di Bantaran Sungai Serayu, TNI Desa Karangrena dan Warga Maos Tanam Ribuan Bibit Mangrove untuk Cegah Abrasi. (dok/ist) |
Cilacap, Jejaksiber.com – Dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mencegah terjadinya abrasi, TNI Desa Karangrena bersama masyarakat Kecamatan Maos menggelar aksi penanaman ribuan bibit mangrove di sepanjang bantaran Sungai Serayu, Sabtu (13/6/2026).
Kegiatan yang mengusung tema "Hijau Desaku, Lestari Alamku" tersebut melibatkan anggota TNI Desa Karangrena, perangkat desa, serta masyarakat setempat yang secara gotong royong melakukan penanaman mangrove di sejumlah titik yang dinilai rawan mengalami pengikisan tanah.
Penanaman mangrove ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan langkah nyata dalam menjaga ekosistem kawasan bantaran sungai. Akar mangrove memiliki fungsi penting sebagai penahan gelombang alami sekaligus penjebak sedimen yang efektif untuk mengurangi risiko abrasi. Selain itu, mangrove juga menjadi habitat bagi berbagai biota perairan serta berperan besar dalam menyerap karbon dan menjaga keseimbangan lingkungan.
Melalui kegiatan ini, masyarakat juga diajak untuk semakin peduli terhadap pentingnya menjaga kelestarian alam. Degradasi lahan di sepanjang bantaran Sungai Serayu menjadi salah satu ancaman yang perlu diantisipasi, terutama saat musim hujan yang berpotensi meningkatkan risiko longsor dan erosi.
Sebagai tindak lanjut, para peserta berkomitmen untuk melakukan perawatan dan pemantauan secara berkala selama enam bulan ke depan. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan bersama kelompok warga peduli lingkungan guna memastikan bibit mangrove dapat tumbuh dengan baik dan berkembang menjadi benteng hijau yang kokoh di sepanjang bantaran Sungai Serayu, Desa Karangrena, Kecamatan Maos.
Diharapkan melalui gerakan penghijauan ini, kondisi lingkungan di sekitar Sungai Serayu dapat terus terjaga, sekaligus memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan generasi mendatang. (Hk)
Editor: Js



















