Header Ads Widget

Kunjungan DPRD DKI ke Batam, Li Claudia Paparkan Investasi dan Pengelolaan Sampah Modern

Foto: Li Claudia Chandra. (dok/ist/hum)

Batam, JejakSiber.com– Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, memaparkan berbagai capaian pembangunan Kota Batam, mulai dari pertumbuhan investasi yang terus meningkat hingga transformasi sistem pengelolaan sampah berbasis teknologi Waste to Energy (WTE), saat menerima kunjungan kerja Komisi D DPRD Provinsi DKI Jakarta di Kantor Wali Kota Batam, Selasa (2/6/2026).

Kunjungan tersebut menjadi ajang pertukaran informasi dan pengalaman mengenai pembangunan daerah, pengelolaan infrastruktur, serta penanganan persampahan antara Pemerintah Kota Batam dan rombongan DPRD DKI Jakarta.

Ketua Komisi D DPRD Provinsi DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan bahwa kunjungan kerja tersebut bertujuan mempererat hubungan kelembagaan sekaligus mempelajari berbagai kebijakan pembangunan yang telah diterapkan di Batam.

“Kami ingin bersilaturahmi sekaligus belajar dari Batam. Banyak hal yang ingin kami pelajari, terutama terkait pembangunan infrastruktur dan pengelolaan sampah,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, Li Claudia yang juga menjabat sebagai Plh Kepala BP Batam menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan Batam tidak terlepas dari sinergi yang terjalin antara Pemerintah Kota Batam dan BP Batam. Menurutnya, koordinasi yang baik antarinstansi menjadi kunci utama dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif dan mempercepat pembangunan daerah.

Ia menjelaskan, saat ini tidak lagi terdapat ego sektoral maupun tumpang tindih kewenangan antara kedua lembaga tersebut. Masing-masing menjalankan tugas dan fungsi sesuai kewenangan dengan tujuan yang sama, yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mempercepat pembangunan Kota Batam.

“Pemko Batam dan BP Batam terus bersinergi dalam mendukung pembangunan. Tidak ada lagi ego sektoral maupun tumpang tindih kewenangan. Semua berjalan sesuai tugas dan fungsi masing-masing dengan tujuan yang sama, yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mempercepat pembangunan daerah,” kata Li Claudia.

Pertumbuhan Ekonomi di Atas Nasional

Dalam kesempatan tersebut, Li Claudia juga mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi Batam saat ini mencapai 6,8 persen atau berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional. Capaian tersebut didorong oleh tingginya realisasi investasi yang masuk ke Batam serta meningkatnya aktivitas sektor pariwisata.

Selain pertumbuhan ekonomi yang positif, kondisi fiskal daerah juga menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Batam kini telah menembus angka lebih dari Rp4 triliun.

Menurut Li Claudia, lebih dari separuh pendapatan daerah berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), dengan salah satu penyumbang terbesar berasal dari Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Hal tersebut menunjukkan tingginya aktivitas ekonomi dan investasi yang terjadi di Batam dalam beberapa tahun terakhir.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa pesatnya pertumbuhan ekonomi juga membawa tantangan tersendiri, terutama terkait pertumbuhan jumlah penduduk yang terus meningkat akibat tingginya arus migrasi.

Sebagai salah satu daerah tujuan investasi dan pencari kerja, Batam terus menerima kedatangan penduduk dari berbagai daerah di Indonesia. Kondisi tersebut berdampak pada meningkatnya kebutuhan terhadap layanan pendidikan, kesehatan, infrastruktur, serta penyediaan lapangan pekerjaan.

“Pertumbuhan penduduk Batam sangat tinggi. Banyak masyarakat datang untuk mencari pekerjaan. Karena itu, pemerintah harus terus meningkatkan kualitas pelayanan dasar sekaligus memastikan hasil pembangunan dapat dirasakan seluruh masyarakat,” ujarnya.

Siapkan Sistem Pengelolaan Sampah Berbasis Energi

Selain membahas pembangunan dan investasi, pengelolaan sampah menjadi salah satu topik utama dalam pertemuan tersebut. Li Claudia menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Batam saat ini tengah memperkuat sistem pengelolaan persampahan melalui berbagai langkah strategis.

Salah satunya adalah pembangunan blok sel baru di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang diproyeksikan mampu menampung volume sampah Kota Batam selama empat tahun ke depan. Saat ini, volume sampah yang dihasilkan masyarakat Batam berkisar antara 1.000 hingga 1.300 ton per hari.

Menurutnya, pembangunan blok sel baru menjadi solusi jangka menengah untuk menjaga kapasitas tampung sampah agar tetap memadai seiring meningkatnya jumlah penduduk dan aktivitas ekonomi.

Namun demikian, Pemerintah Kota Batam tidak hanya berfokus pada solusi konvensional. Untuk jangka panjang, pemerintah juga tengah mempersiapkan transformasi sistem pengelolaan sampah melalui penerapan teknologi Waste to Energy (WTE) atau pengolahan sampah menjadi energi.

Teknologi tersebut diharapkan mampu menjadi solusi berkelanjutan dalam mengatasi persoalan sampah sekaligus menghasilkan manfaat ekonomi dan energi bagi masyarakat.

“Kami sedang mempersiapkan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern. Ke depan, arah kebijakan kami adalah menjadikan sampah sebagai sumber energi. Saat ini Batam masih memiliki ketersediaan lahan yang memadai untuk mendukung proses transisi menuju sistem tersebut,” jelas Li Claudia.

Ia menambahkan, pengelolaan sampah yang terintegrasi dan berkelanjutan merupakan bagian penting dari strategi pembangunan Kota Batam. Di tengah laju pertumbuhan ekonomi dan pembangunan yang terus meningkat, kualitas lingkungan harus tetap terjaga agar Batam dapat berkembang sebagai kota modern yang nyaman, sehat, dan berdaya saing.

Melalui berbagai program pembangunan yang dijalankan, Pemerintah Kota Batam bersama BP Batam berkomitmen untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi, memperkuat investasi, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan bagi seluruh masyarakat. (*)

Editor: Js