Header Ads Widget

Menko Polkam: Perang Digital Ancam Generasi Muda, Ruang Informasi Harus Diisi Konten Positif

Foto: Menko Polkam: Perang Digital Ancam Generasi Muda, Ruang Informasi Harus Diisi Konten Positif. (dok/ist/hum)

Batam, JejakSiber.com – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago, mengingatkan bahwa ancaman terhadap bangsa saat ini tidak lagi hanya datang melalui konflik fisik, tetapi juga melalui perang informasi di ruang digital. Maraknya penyebaran disinformasi, fitnah, dan ujaran kebencian dinilai menjadi tantangan serius yang dapat memengaruhi pola pikir masyarakat, terutama generasi muda sebagai penerus bangsa.

Pernyataan tersebut disampaikan Menko Polkam saat menghadiri kegiatan Silaturahmi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Tokoh Masyarakat Kepulauan Riau yang berlangsung di Markas Polda Kepulauan Riau, Kota Batam, Jumat (3/7/2026).

Dalam sambutannya, Djamari menegaskan bahwa perkembangan teknologi informasi telah mengubah bentuk ancaman yang dihadapi bangsa. Menurutnya, perang saat ini tidak lagi hanya berlangsung di medan tempur, melainkan juga di ruang digital yang setiap hari diakses jutaan masyarakat.

"Kalau boleh saya katakan, perang kita sekarang sudah bukan perang di medan biasa lagi, tetapi perang di medan digital. Kita harus banyak memberikan informasi kepada rakyat kita, jangan sampai ruang digital diisi oleh disinformasi, fitnah, dan kebencian," tegasnya.

Ia mengungkapkan kekhawatirannya terhadap semakin mudahnya generasi muda menyerap berbagai informasi yang beredar di media digital tanpa kemampuan memilah mana informasi yang benar dan mana yang menyesatkan.

Menurutnya, apabila kondisi tersebut terus dibiarkan, maka dampaknya tidak hanya merusak karakter generasi muda, tetapi juga dapat mengancam persatuan bangsa dalam jangka panjang.

"Yang saya khawatirkan adalah kalimat-kalimat yang ada di situ diserap oleh anak-anak kita sebagai penerus bangsa. Tentunya ini yang bisa merusak. Kita tidak bisa menitipkan bangsa ini kepada generasi muda yang mudah terhasut konten disinformasi, fitnah, dan kebencian," ujarnya.

Karena itu, Menko Polkam mengajak seluruh unsur pemerintah, Forkopimda, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, akademisi, hingga seluruh elemen masyarakat untuk aktif menghadirkan narasi yang positif, edukatif, dan berdasarkan fakta.

Menurutnya, ruang digital tidak boleh dibiarkan dipenuhi informasi yang memecah belah masyarakat. Sebaliknya, pemerintah bersama seluruh komponen bangsa harus lebih aktif menyampaikan informasi yang benar dan membangun.

"Kita harus banyak dan rajin memberikan informasi kepada rakyat kita," katanya.

Selain menyoroti tantangan di ruang digital, Menko Polkam juga memberikan apresiasi terhadap capaian pembangunan di Provinsi Kepulauan Riau. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi daerah yang telah melampaui tujuh persen sebagai salah satu indikator keberhasilan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas keamanan dan kepastian investasi.

Menurutnya, tingginya pertumbuhan ekonomi tidak terlepas dari terciptanya situasi yang aman dan kondusif sehingga mampu meningkatkan kepercayaan investor untuk menanamkan modal di Kepulauan Riau.

"Ini adalah suatu penciptaan kondisi yang memungkinkan dan memberikan kenyamanan sehingga para investor mau datang. Saya memuji dan menghargai itu," ungkapnya.

Meski demikian, Djamari mengingatkan bahwa keberhasilan ekonomi tidak boleh berhenti pada angka statistik semata. Pertumbuhan tersebut harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan dan menekan angka kemiskinan.

"Pertumbuhan ekonomi tersebut harus juga dirasakan oleh rakyat kita, karena setinggi apa pun pertumbuhan ekonomi, tujuannya adalah untuk menyejahterakan rakyat dan menurunkan angka kemiskinan," katanya.

Di akhir arahannya, Menko Polkam mengajak seluruh jajaran Forkopimda, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan seluruh warga Kepulauan Riau untuk terus menjaga kekompakan dan stabilitas daerah sebagai modal utama pembangunan.

Menurutnya, sinergi seluruh elemen menjadi kunci dalam mempertahankan iklim investasi sekaligus menjaga keamanan dan persatuan bangsa.

"Tidak ada persoalan yang sulit apabila pekerjaan kita lakukan bersama-sama. Jaga betul kekompakan di antara kita agar kondisi yang baik ini tetap terpelihara," pungkasnya. (*/Rls/Hum)

Editor: Js