Header Ads Widget

Doper Akhir Tahun, GKI Syaloom Klademak Bersyukur atas Penyertaan Tuhan

Foto : Doper Akhir Tahun, GKI Syaloom Klademak Bersyukur atas Penyertaan Tuhan. (dok/ist/Jos)

Sorong, JejakSiber.com – Gereja Kristen Injili (GKI) Syaloom Klademak menggelar Doa Pergumulan (Doper) Akhir Tahun 2025 sebagai wujud syukur atas penyertaan Tuhan sepanjang tahun pelayanan. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa (30/12/25), dan diikuti oleh para pendeta, majelis penatua, serta syamas jemaat GKI Syaloom Klademak, Provinsi Papua Barat Daya.

Doa pergumulan akhir tahun ini difokuskan pada ungkapan syukur atas pemeliharaan Tuhan, pengakuan dosa, serta permohonan kekuatan dan berkat dalam menyongsong tahun pelayanan yang baru. Tradisi rohani ini menjadi momentum refleksi iman bagi para pelayan Tuhan dalam mengevaluasi perjalanan pelayanan selama satu tahun penuh.

Foto : Doper Akhir Tahun, GKI Syaloom Klademak Bersyukur atas Penyertaan Tuhan. (dok/ist/Jos)

Kegiatan diawali dengan pembacaan firman Tuhan dari Kitab 1 Samuel 7:12 yang disampaikan oleh Ketua Jemaat GKI Syaloom Klademak, Pdt. Els Putirulan Maniagasi, S.Th., M.Mis. Dalam renungannya, Pdt. Putirulan menjelaskan makna pertolongan Tuhan yang digambarkan melalui tokoh Samuel, sekaligus mengajak seluruh pelayan gereja untuk mengingat bahwa setiap keberhasilan pelayanan semata-mata karena campur tangan Tuhan.

Usai renungan, acara dilanjutkan dengan sesi penyampaian laporan suka dan duka pelayanan dari para koordinator rayon, mulai dari Rayon 1 hingga Rayon 5. Dalam kesempatan tersebut, para koordinator mengungkapkan berbagai tantangan pelayanan yang dihadapi selama tahun 2025, termasuk dinamika jemaat serta pergumulan internal pelayanan. Pada sesi ini juga disampaikan data jumlah majelis jemaat yang meninggal dunia di masing-masing rayon sebagai bentuk penghormatan dan pengingat akan keterbatasan manusia.

Foto : Doper Akhir Tahun, GKI Syaloom Klademak Bersyukur atas Penyertaan Tuhan. (dok/ist/Jos)

Selanjutnya, doa syafaat dilakukan berdasarkan lima urusan pelayanan gereja, yakni misi penginjilan dan kemitraan, pelayanan ibadah akhir tahun dan Tahun Baru, pelayanan dan pembinaan jemaat, pelayanan kasih, pengembangan sumber daya manusia dan kebudayaan, serta urusan aset dan ekonomi gereja. Doa-doa tersebut mencakup permohonan perubahan hidup jemaat, penguatan bagi duda, janda, yatim piatu, orang sakit dan yang berada dalam pergumulan hukum, serta berkat Tuhan atas pekerjaan dan usaha jemaat.

Kegiatan doa pergumulan diakhiri dengan jabat tangan antara para pendeta, Pdt. Els Putirulan Maniagasi dan Pdt. Ruth Tumima, dengan majelis penatua dan syamas sebagai simbol kebersamaan dan penguatan dalam pelayanan. Acara ditutup dengan tukar kado antarhamba Tuhan sebagai ungkapan kasih dan sukacita menyambut tahun yang baru. (Jos)

Editor : Js