![]() |
| Foto: Pelindo Sinergi Lokaseva Perkuat Kemandirian Disabilitas Netra Lewat Program PIJAR. (dok/ist) |
Semarang, JejakSiber.com – PT Pelindo Sinergi Lokaseva (PT PSL) kembali memperkuat komitmennya dalam mendorong kemandirian penyandang disabilitas melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Sahabat Inspiratif Pelindo – PIJAR (Pijat Netra Berdikari).
Memasuki tahun ketiga pelaksanaan, program pemberdayaan tersebut diperluas ke Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Gajahmungkur, Semarang, dengan memberikan pelatihan profesi terapis pijat tradisional kepada 20 penyandang disabilitas netra.
Program PIJAR tidak hanya diarahkan untuk memberikan bantuan, tetapi juga membekali peserta dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan sebagai modal untuk meningkatkan produktivitas dan membangun sumber penghasilan secara mandiri.
Senior Vice President Sekretariat Perusahaan PT Pelindo Sinergi Lokaseva, Dewi Fitriyani, mengatakan keberlanjutan program PIJAR merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan program TJSL yang memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Menurutnya, pemberdayaan menjadi salah satu pendekatan penting agar masyarakat penerima manfaat tidak hanya mendapatkan bantuan, tetapi juga memiliki kemampuan serta kesempatan untuk berkembang secara berkelanjutan.
“Program Sahabat Inspiratif Pelindo – PIJAR kami yakini dapat menjadi sebuah sinergi dan kolaborasi untuk bersama-sama membangun ekosistem yang inklusif dan berkeadilan, di mana setiap individu memiliki kesempatan yang setara untuk tumbuh, berkarya, dan berkontribusi,” ujar Dewi dalam keterangan tertulisnya, Rabu (16/9/2026).
Ia berharap keterampilan yang diperoleh peserta melalui program tersebut dapat menjadi bekal untuk mengembangkan usaha secara mandiri sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih berkelanjutan.
Berawal dari Jakarta Utara
Program PIJAR telah dijalankan PT PSL sejak 2024 melalui kolaborasi dengan Persatuan Tunanetra Indonesia (PERTUNI) Cabang Jakarta Utara.
Pada tahap awal, program difokuskan pada pemberian pelatihan dan sertifikasi pijat bagi penyandang disabilitas netra. Peserta juga memperoleh alat bantu praktik untuk menunjang proses pembelajaran dan keterampilan mereka.
Program kemudian dilanjutkan pada 2025 dengan dukungan berupa penyediaan fasilitas praktik pijat netra di Terminal Penumpang Nusantara Pelabuhan Tanjung Priok.
Memasuki 2026, cakupan program diperluas ke Semarang melalui kolaborasi dengan PERTUNI Semarang dan Dinas Sosial setempat.
Sebanyak 20 penyandang disabilitas netra menjadi penerima manfaat program tahun ini. Rangkaian kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan dan sertifikasi teknik pijat dasar, pendampingan, hingga pemberian sarana pendukung.
Dukungan perlengkapan tersebut diberikan untuk menunjang proses pelatihan sekaligus praktik peserta. Dengan fasilitas tersebut, peserta diharapkan semakin siap memberikan layanan pijat secara profesional dan mengembangkan usaha setelah program selesai.
Dorong Kesempatan Ekonomi
Pelaksanaan program mendapat sambutan positif dari Lurah Karangrejo, Dwi Cahyono, S.Kom. Ia mengapresiasi langkah PT PSL yang tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga keterampilan yang dapat menjadi bekal masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian secara mandiri.
“Terima kasih atas perhatian PT Pelindo Sinergi Lokaseva yang telah memberikan keterampilan kepada bapak dan ibu untuk meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian secara mandiri,” kata Dwi.
Ia berharap program tersebut dapat berjalan lancar dan berkelanjutan sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
Dwi juga berharap program pemberdayaan serupa dapat dikembangkan ke sektor lain, termasuk menyasar pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta berbagai potensi masyarakat di wilayah Kelurahan Karangrejo.
Sementara itu, Ketua PERTUNI Semarang, Achyani, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program PIJAR. Achyani merupakan salah satu peserta program sekaligus terapis dan instruktur pijat netra.
Menurutnya, pelatihan yang diberikan membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas netra untuk meningkatkan keterampilan sekaligus memperluas peluang memperoleh penghasilan secara mandiri.
“Terima kasih kepada PT Pelindo Sinergi Lokaseva yang telah memberikan program ini kepada kami. Semoga program ini dapat terus berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi kami dalam kehidupan sehari-hari, khususnya agar kami dapat memperoleh rezeki secara mandiri dari keterampilan yang kami miliki,” ujar Achyani.
Jangkau 70 Penyandang Disabilitas
Sejak diluncurkan pada 2024 hingga 2026, Program Sahabat Inspiratif Pelindo – PIJAR tercatat telah menjangkau 70 penyandang disabilitas netra di Jakarta dan Semarang.
Sebagian peserta program disebut telah aktif memberikan layanan pijat secara mandiri maupun bekerja pada usaha kesehatan tradisional.
Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya PT PSL untuk mengembangkan program TJSL yang tidak berhenti pada pemberian bantuan, melainkan diarahkan pada peningkatan kapasitas penerima manfaat.
Melalui pelatihan, sertifikasi, pendampingan, dan dukungan sarana, peserta diberikan bekal untuk memanfaatkan keterampilan yang dimiliki sebagai peluang ekonomi.
Program PIJAR juga dikaitkan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs), khususnya SDGs 1 tentang Tanpa Kemiskinan, SDGs 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta SDGs 10 tentang Berkurangnya Kesenjangan.
Selain itu, program tersebut disebut mendukung Asta Cita Pemerintah, terutama Asta Cita ke-4 yang menekankan pembangunan sumber daya manusia, peningkatan kualitas hidup, dan penguatan kesejahteraan masyarakat.
Dewi menegaskan, PT PSL akan terus mengembangkan program pemberdayaan masyarakat yang memiliki dampak sosial sekaligus ekonomi.
“Kami berharap para peserta tidak hanya memperoleh keterampilan, tetapi juga mampu meningkatkan pendapatan dan membangun usaha yang berkelanjutan. Ke depan, PT PSL akan terus mengembangkan program pemberdayaan yang memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat,” tutup Dewi. (*)
Editor: Js



















