![]() |
| Foto: Amsakar Desak Percepatan Anggaran dan Penyelesaian Masalah Warga. (dok/ist/hum) |
Batam, JejakSiber.com – Memasuki November 2026, Wali Kota Batam ex-officio Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad, menegaskan pentingnya percepatan realisasi program dan penyerapan anggaran, sekaligus meminta seluruh jajaran pemerintahan segera menuntaskan berbagai persoalan prioritas masyarakat.
Penegasan tersebut disampaikan Amsakar saat memimpin Apel Gabungan Pemerintah Kota (Pemko) Batam dan BP Batam di Dataran Engku Putri, Batam Centre, Senin (2/11/2026).
Dalam arahannya, Amsakar mengingatkan bahwa November merupakan bulan ke-11 tahun anggaran 2026. Karena itu, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), deputi, dan direktur di lingkungan Pemko Batam maupun BP Batam diminta bergerak lebih cepat memastikan program kerja berjalan sesuai perencanaan.
Ia menekankan agar pelaksanaan kegiatan tidak menumpuk menjelang akhir tahun. Para pimpinan unit kerja juga diminta turun langsung memantau perkembangan program serta memastikan anggaran yang telah dialokasikan dapat dimanfaatkan secara optimal.
"Kegiatan yang tidak terlaksana dinilai sebagai bentuk pemborosan. Mengingat APBD Perubahan telah disahkan, penyesuaian anggaran sudah tidak memungkinkan lagi. Jika ada kendala pada program kerja, segera laporkan kepada pihak pengawasan atau Inspektorat," tegas Amsakar.
Ia juga memberikan perhatian khusus kepada perangkat daerah penghasil pendapatan agar mengoptimalkan penerimaan daerah, terutama dari sektor pajak. Amsakar bahkan berencana menjadwalkan pertemuan khusus dengan dinas-dinas penghasil untuk mengevaluasi realisasi pendapatan secara langsung.
Selain percepatan anggaran, Amsakar menyoroti kedisiplinan dan integritas aparatur sipil negara (ASN) serta pegawai di lingkungan Pemko Batam dan BP Batam.
Menurutnya, pimpinan OPD, deputi, dan direktur harus menjalankan fungsi pengawasan secara konsisten, termasuk memastikan kehadiran dan kepatuhan pegawai terhadap ketentuan jam kerja.
Ia meminta setiap pimpinan unit kerja tidak membiarkan pelanggaran disiplin berlangsung tanpa penanganan. Persoalan tersebut harus diselesaikan secara berjenjang sesuai kewenangan masing-masing agar tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
Tiga Persoalan Prioritas Masyarakat
Dalam kesempatan yang sama, Amsakar turut menyoroti berbagai aspirasi dan keluhan masyarakat yang disampaikan melalui media sosial. Ia menyebut terdapat tiga persoalan utama yang membutuhkan perhatian serius dan penanganan bersama, yakni pelayanan air bersih, penanganan banjir, serta pengelolaan sampah.
Menurutnya, ketiga persoalan tersebut tidak dapat diselesaikan secara parsial. Dibutuhkan koordinasi yang kuat dan berkesinambungan antara Pemko Batam dan BP Batam, mulai dari jajaran teknis di lapangan hingga tingkat pimpinan.
Amsakar juga menekankan pentingnya komunikasi dan penyampaian informasi publik yang terarah agar masyarakat memperoleh informasi yang benar, jelas, dan tidak menimbulkan polemik.
Secara khusus, ia mengingatkan para camat dan lurah sebagai garda terdepan pelayanan pemerintahan agar lebih responsif terhadap setiap persoalan yang disampaikan warga.
Setiap keluhan masyarakat, tegasnya, harus ditindaklanjuti dengan langkah konkret dan penyelesaian yang terukur, bukan sekadar diteruskan kepada instansi terkait tanpa kejelasan tindak lanjut.
"Kalau komunikasi seperti ini sudah terbangun dengan baik, saya yakin permasalahan akan lebih mudah diselesaikan," ujar Amsakar.
Apresiasi bagi Pegawai Purna Tugas
Di penghujung apel gabungan, Amsakar secara simbolis menyerahkan surat keputusan (SK) pensiun kepada sejumlah pegawai Pemko Batam yang memasuki masa purna tugas.
Pada kesempatan tersebut, ia menyampaikan penghargaan dan apresiasi atas pengabdian serta dedikasi para pegawai selama menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.
Amsakar berharap masa purna tugas tidak menjadi penghalang untuk tetap menjalin silaturahmi dan hubungan kekeluargaan dengan keluarga besar Pemko Batam dan BP Batam.
"Atas nama pemerintah dan masyarakat Kota Batam, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas pengabdian serta dedikasi Bapak dan Ibu selama aktif bertugas. Meski telah purna tugas, jangan pernah merasa sebagai orang luar. Bapak dan Ibu sekalian akan tetap menjadi bagian dari keluarga besar Pemko Batam dan BP Batam," ungkapnya.
Ia berharap seluruh pengabdian yang telah diberikan dapat memberikan kontribusi bagi kemajuan Kota Batam sekaligus menjadi amal kebaikan yang bernilai ibadah.
Melalui apel gabungan tersebut, Amsakar menegaskan pentingnya keselarasan langkah Pemko Batam dan BP Batam, baik dalam mengoptimalkan kinerja pemerintahan, menjaga disiplin aparatur, maupun menjawab kebutuhan masyarakat secara nyata. (*/Js)
Editor: Red



















