Header Ads Widget

Peringati Hari Tani, Linknet Tanam 13.000 Pohon di Jateng

Foto: Peringati Hari Tani, Linknet Tanam 13.000 Pohon di Jateng. (dok/ist)

Pemalang, JejakSiber.com – Memperingati Hari Tani Nasional 2026, PT Link Net Tbk (Linknet) memperkuat komitmennya terhadap keberlanjutan lingkungan melalui penanaman 13.000 bibit pohon Jati dan tanaman Multi Purposes Tree Species (MPTS) di Kabupaten Pemalang dan Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program “New Home-Pass, New Tree”, sebuah inisiatif keberlanjutan Linknet yang telah dijalankan sejak 2025. Program ini dirancang untuk mengimbangi perluasan jaringan dan home-pass perusahaan dengan penanaman pohon di wilayah operasional.

Dari total 13.000 bibit yang ditanam, sebanyak 8.000 pohon ditanam di Desa Surajaya, Kabupaten Pemalang, sementara 5.000 pohon lainnya ditanam di Desa Gerduren, Kabupaten Banyumas.

Linknet menyebut, sepanjang 2025 hingga September 2026, perusahaan telah menanam sebanyak 50.500 pohon di 11 titik di berbagai wilayah Indonesia.

Head of Regulatory & Sustainability Linknet, Lidia Elvina, mengatakan penanaman pohon tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan ekspansi konektivitas digital tetap berjalan seiring dengan kepedulian terhadap lingkungan.

“Linknet percaya bahwa jejak konektivitas yang kami hadirkan di berbagai wilayah Indonesia harus sejalan dengan jejak hijau yang kami tinggalkan. Penanaman Jati dan MPTS di Pemalang dan Banyumas ini bertepatan dengan Hari Tani Nasional, sekaligus menjadi respons konkret kami terhadap tantangan ketahanan air dan pangan yang dihadapi Pemalang. Ini adalah bentuk apresiasi kami terhadap para petani hutan yang menjaga kelestarian lahan sekaligus penghidupan masyarakat,” ujar Lidia.

Program tersebut juga melibatkan sejumlah pihak melalui kolaborasi lintas sektor, antara lain Pertamina Foundation melalui Adi Askara Bumi (AAB), Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM), serta Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah VI Jawa Tengah.

Di Pemalang, kegiatan melibatkan Kelompok Tani Hutan Sumber Makmur dan Gapoktanhut Hutan Kemasyarakatan Wana Tawang Asri. Sementara di Banyumas, program melibatkan Kelompok Perhutanan Sosial (KPS) dan Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Wana Mandiri.

Direktur Keuangan Pertamina Foundation, Tito Rahman Hidayatullah, mengatakan kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk menciptakan dampak lingkungan yang berkelanjutan, terutama dengan menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam upaya menjaga dan memulihkan ekosistem hutan dan lahan.

“Kolaborasi dengan Linknet dan Fakultas Kehutanan UGM melalui program ini menunjukkan bahwa semangat gotong royong lintas sektor, termasuk dunia akademisi, mampu menghadirkan dampak nyata bagi pemulihan ekosistem hutan sekaligus penguatan kapasitas petani hutan lokal. Kami berharap sinergi seperti ini terus berkembang dan menginspirasi lebih banyak pihak untuk turut menjaga kelestarian alam Indonesia,” ujar Tito.

Pemilihan tanaman Jati dan MPTS dilakukan dengan mempertimbangkan fungsi ekologis dan ekonominya. Selain membantu menjaga kesuburan tanah dan tata air, tanaman tersebut dapat menjadi sumber penghidupan alternatif bagi masyarakat sekitar hutan.

Pengembangan tanaman juga diarahkan melalui skema agroforestri yang menggabungkan komoditas pangan, ternak, buah, dan kayu dalam satu sistem tanam berkelanjutan.

Sebagai bagian dari dukungan terhadap masyarakat, Linknet turut memberikan 10 ekor kambing untuk dikembangkan oleh masyarakat Desa Surajaya, Pemalang.

Lidia mengatakan, melalui program “New Home-Pass, New Tree”, Linknet menargetkan penanaman sebanyak 301.000 pohon, termasuk 122.000 mangrove serta ribuan pohon Jati dan MPTS di kawasan hutan kemasyarakatan.

“Melalui program New Home-Pass, New Tree, Linknet menargetkan penanaman sebanyak 301.000 pohon, termasuk 122.000 mangrove serta ribuan pohon Jati dan MPTS di kawasan hutan kemasyarakatan. Kami berharap program ini dapat memberikan manfaat lingkungan yang berkelanjutan, memperkuat ketahanan air dan pangan di wilayah rentan, sekaligus tumbuh bersama dengan perluasan konektivitas digital Linknet di Indonesia,” tambah Lidia.

Sementara itu, Kepala Desa Gerduren Bambang Suharso dan Ketua KPS LPHD Wana Mandiri M. Tohir menyampaikan pentingnya pembangunan jaringan komunikasi yang dilakukan secara tertata. Menurut mereka, hal tersebut berkaitan dengan kenyamanan dan keamanan masyarakat sekitar.

Mereka juga berharap program tersebut dapat ikut menumbuhkan kembali minat generasi muda untuk mengembangkan kegiatan pertanian dan peternakan yang dinilai mulai mengalami penurunan.

Dengan pengalaman lebih dari dua dekade di industri teknologi Indonesia, Linknet saat ini menyebut infrastrukturnya telah menjangkau lebih dari 5 juta home-pass di lebih dari 80 kota dan kabupaten di Indonesia.

Melalui program “New Home-Pass, New Tree”, Linknet menempatkan pengembangan infrastruktur digital dan keberlanjutan lingkungan sebagai bagian dari agenda perusahaan.

Program tersebut juga disebut sejalan dengan arah pembangunan nasional, termasuk penguatan ekonomi hijau dan ekonomi biru serta pencapaian sejumlah target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya terkait penghidupan masyarakat sekitar hutan, pengurangan ketimpangan, penanganan perubahan iklim, pelestarian ekosistem daratan, pembelajaran kehutanan, dan kemitraan lintas sektor. (*)

Editor: Js