![]() |
| Foto: SMPN 41 Batam Perkuat Sinergi Sekolah dan Orang Tua. (dok/ist/Js) |
Batam, JejakSiber.com — SMP Negeri 41 Batam menggelar rapat orang tua/wali peserta didik sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pihak sekolah dan keluarga dalam mendukung proses pendidikan serta perkembangan peserta didik.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin, 14 September 2026, tersebut mendapat respons positif dari para orang tua dan wali siswa. Mereka tampak antusias menghadiri kegiatan yang berlangsung di Lobby SMP Negeri 41 Batam tersebut.
Rapat orang tua/wali peserta didik digelar secara bertahap berdasarkan jenjang kelas, yakni kelas IX pada pukul 08.30–09.30 WIB, kelas VIII pada pukul 10.00–11.30 WIB, dan kelas VII pada pukul 13.00–14.30 WIB.
Dalam kegiatan tersebut, pihak sekolah tidak hanya menyampaikan informasi umum kepada orang tua siswa, tetapi juga memaparkan secara detail visi, misi, tujuan serta sejumlah program SMPN 41 Batam yang direncanakan untuk jangka pendek dan jangka panjang.
Kepala SMP Negeri 41 Batam, Alfida Hasan, S.Pd., yang baru dipercaya memimpin sekolah tersebut sejak Agustus 2026, mempresentasikan arah pengembangan sekolah sekaligus program-program yang diharapkan dapat mendorong kemajuan pendidikan peserta didik.
Dalam pemaparannya, Alfida menekankan pentingnya keterlibatan orang tua dalam proses pendidikan. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak dapat hanya dibebankan kepada sekolah, tetapi membutuhkan kerja sama yang kuat antara guru, peserta didik dan keluarga.
“Sekolah dan orang tua harus berjalan bersama. Kami ingin membangun komunikasi dan sinergi yang baik agar setiap program yang direncanakan dapat dilaksanakan secara maksimal dan memberikan manfaat bagi perkembangan anak-anak,” ujar Alfida dalam pemaparan yang disampaikan kepada para orang tua siswa.
Ia berharap hubungan yang terbangun antara sekolah dan orang tua tidak berhenti pada kegiatan rapat, tetapi terus berlanjut dalam bentuk komunikasi dan kolaborasi yang positif.
Menurutnya, sekolah memiliki tanggung jawab untuk memberikan pendidikan akademik sekaligus membentuk karakter peserta didik agar tumbuh menjadi generasi yang mandiri, memiliki tanggung jawab dan beradab.
“Target kita bukan hanya anak-anak memiliki kemampuan akademik, tetapi juga menjadi pribadi yang mandiri, bertanggung jawab dan beradab. Untuk mencapai itu, dukungan dan keterlibatan orang tua sangat penting,” demikian inti pesan yang disampaikan Alfida dalam kegiatan tersebut.
Sejumlah program sekolah yang dipaparkan mendapat perhatian dari para orang tua. Salah satu gagasan yang dinilai menarik adalah rencana melibatkan orang tua siswa sebagai pemateri atau pengajar dalam kegiatan tertentu di kelas sesuai dengan profesi dan bidang keahlian masing-masing.
Program tersebut nantinya akan dijadwalkan oleh pihak sekolah sehingga peserta didik berkesempatan memperoleh wawasan tambahan langsung dari orang tua siswa yang memiliki latar belakang profesi berbeda.
Salah satu orang tua siswa yang hadir dalam kegiatan tersebut, Jonrius Sinurat, S.H., menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap visi, misi serta program yang dipaparkan pihak sekolah.
Jonrius menilai program tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi sekolah dan peserta didik, tetapi juga membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara keluarga dan lingkungan pendidikan.
“Program ini sangat menarik karena anak-anak tidak hanya mendapatkan ilmu berdasarkan materi kurikulum yang diberikan di sekolah, tetapi juga bisa mendapatkan wawasan dan pengalaman dari berbagai profesi orang tua siswa,” kata Jonrius.
Menurut Jonrius, pola pembelajaran yang melibatkan orang tua berdasarkan profesi dapat memberikan pengalaman berbeda kepada peserta didik. Anak-anak dapat mengetahui secara langsung bagaimana suatu profesi dijalankan sekaligus memahami berbagai pengetahuan praktis yang mungkin tidak mereka dapatkan dalam pembelajaran reguler.
Ia juga menilai semangat kolaborasi tersebut sejalan dengan cita-cita pembangunan sumber daya manusia Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.
“Menurut saya, visi, misi dan program yang disampaikan kepala sekolah sangat baik dan patut didukung. Apa yang direncanakan juga sejalan dengan cita-cita bangsa untuk mempersiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Jonrius diketahui merupakan orang tua dari Elsa Damianaa Sinurat, siswi kelas IX.6, serta Cornelius Nielsen Sinurat, siswa kelas VIII.4.
Menariknya, setelah mengikuti kegiatan sosialisasi tersebut, Jonrius dipercaya menjadi Ketua Dewan Kelas IX.6 melalui proses pemilihan yang dilakukan di kelas. Sementara di kelas VIII.4, ia dipercaya menjalankan tugas sebagai Sekretaris Dewan Kelas.
Bagi Jonrius, keterlibatan orang tua dalam kegiatan sekolah merupakan langkah positif karena membuka ruang komunikasi yang lebih luas antara keluarga dan pihak sekolah.
Ia mengaku, selama anaknya menempuh pendidikan di SMPN 41 Batam, baru kali ini dirinya melihat adanya gagasan yang secara khusus memberikan ruang kepada orang tua siswa untuk turut berbagi pengetahuan dan pengalaman sesuai profesi mereka.
“Anak saya sudah kelas IX dan sudah tiga tahun bersekolah di sini. Program seperti melibatkan orang tua sebagai pemateri sesuai profesi ini menurut saya sesuatu yang menarik. Ini bisa menjadi pengalaman baru bagi anak-anak,” katanya.
Salah satu program yang sudah berjalan setelah kepemimpinan Alfida Hasan sebagai Kepala Sekolah yaitu mendorong siswa dan tenaga pengajar di SMPN 41 Batam untuk mewujudkan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan hidup melalui program "adiwiyata" yang saat ini sedang berjalan dan disambut baik oleh siswa, guru, dan orang tua siswa.
Kegiatan rapat orang tua/wali peserta didik tersebut berlangsung dengan baik. Antusiasme para orang tua menunjukkan adanya respons positif terhadap langkah pihak sekolah dalam membangun komunikasi dan kolaborasi yang lebih erat.
Sebelumnya, SMPN 41 Batam dipimpin oleh Drs. Fahrul, M.M.. Kepemimpinan sekolah kemudian beralih kepada Alfida Hasan, S.Pd. pada Agustus 2026.
Melalui kepemimpinan baru tersebut, pihak sekolah diharapkan mampu melanjutkan dan mengembangkan berbagai program pendidikan yang berorientasi pada peningkatan kualitas peserta didik sekaligus memperkuat keterlibatan keluarga dalam proses pendidikan. (*/Hotman)
Editor: Js



















