Header Ads Widget

PWI Kepri Dukung Transformasi Polri di Era Kapolri Suyudi

Foto : Jenderal Suyudi Ario Seto resmi menjabat Kapolri setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026). Suyudi menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. (Foto: SS YouTube Sekretariat Presiden Kabinet Merah Putih)

Tanjungpinang, JejakSiber.com – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kepulauan Riau menyatakan siap mendukung sekaligus mengawal agenda transformasi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto.

Pernyataan tersebut disampaikan Ketua PWI Kepri Saibansah Dardani yang juga Ahli Pers Dewan Pers bersama Ketua Dewan Pakar PWI Kepri Ramon Damora, Jumat (2/10/2026).

Dukungan PWI Kepri disampaikan menyusul dilantiknya Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026). Suyudi menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Saibansah mengatakan, sejumlah agenda pembenahan yang diarahkan pada penguatan pelayanan publik, penegakan hukum, pengawasan, sumber daya manusia, transparansi, serta kedekatan polisi dengan masyarakat memiliki kaitan langsung dengan kepentingan publik.

“Kami PWI Kepri siap mendukung program Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto. Bagi pers, Polri yang semakin profesional, transparan, akuntabel, dan dekat dengan masyarakat merupakan bagian penting dalam menciptakan ruang publik yang sehat dan terlindungi,” kata Saibansah.

Namun, ia menegaskan dukungan pers terhadap agenda transformasi Polri tidak berarti menghilangkan fungsi kontrol media.

Menurutnya, pers tetap memiliki tanggung jawab untuk menjalankan fungsi pengawasan secara profesional, kritis, berimbang, dan berdasarkan fakta.

“Dukungan itu harus ditempatkan dalam kerangka kemitraan yang sehat. Pers tetap menjalankan fungsi kontrol dan memberikan informasi kepada masyarakat secara independen. Ketika ada program yang berpihak pada kepentingan masyarakat, tentu kita dukung dan kawal pelaksanaannya,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Ramon Damora. Ia mengatakan agenda transformasi Polri perlu dikawal bersama, termasuk melalui peran pers dalam memberikan informasi yang objektif kepada masyarakat.

“Program Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto perlu mendapat dukungan semua pihak, termasuk pers. Semangat memperkuat pelayanan publik, penegakan hukum yang adil, pengawasan, transparansi, dan kedekatan polisi dengan masyarakat merupakan agenda yang menyentuh langsung kepentingan publik,” kata Ramon.

Ramon menilai pers memiliki posisi strategis dalam mengawal pelaksanaan program tersebut. Dukungan pers, kata dia, dapat diwujudkan melalui pemberitaan yang memberikan ruang bagi informasi objektif sekaligus tetap kritis terhadap pelaksanaan kebijakan apabila ditemukan persoalan di lapangan.

“Pers tidak hanya memberitakan apa yang dilakukan institusi, tetapi juga menyampaikan suara masyarakat. Karena itu, hubungan Polri dan pers harus dibangun dalam semangat keterbukaan, profesionalitas, dan kepentingan publik,” ujarnya.

Tujuh Agenda Transformasi

Sebelum dilantik, Suyudi memaparkan tujuh agenda prioritas transformasi Polri dalam uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR RI.

Agenda tersebut mencakup penguatan kelembagaan, pembinaan sumber daya manusia dan rekrutmen, pelayanan publik, penegakan hukum, pengawasan, akuntabilitas anggaran, serta transformasi digital.

Dalam aspek kelembagaan, Suyudi mendorong struktur organisasi Polri yang lebih ramping dan efektif. Polres diarahkan menjadi satuan operasional yang kuat, sedangkan Polsek diperkuat agar semakin tangguh dan dekat dengan masyarakat.

Pada sektor sumber daya manusia, pembenahan diarahkan terhadap seluruh siklus pengelolaan personel, mulai dari perencanaan, rekrutmen, pendidikan, penempatan, pengembangan karier, kompetensi, kesejahteraan hingga masa purnatugas.

Sementara pelayanan publik diarahkan agar lebih mudah diakses, cepat, transparan, terukur dan inklusif. Di bidang penegakan hukum, Suyudi menekankan pendekatan berbasis bukti yang dilakukan secara proporsional dan transparan.

Suyudi juga membawa doktrin “Polisi Bersama Masyarakat” sebagai salah satu arah kepemimpinannya, dengan menempatkan masyarakat sebagai pusat orientasi pelaksanaan tugas kepolisian.

Untuk 100 hari pertama kepemimpinannya, sejumlah agenda yang disiapkan antara lain konsolidasi internal, evaluasi perkara, penguatan Polsek, serta pembenahan pelayanan pada lini terdepan.

Bagi PWI Kepri, agenda tersebut menjadi ruang untuk membangun hubungan profesional antara pers dan kepolisian dengan tetap menempatkan kepentingan masyarakat, keterbukaan informasi dan fungsi kontrol pers sebagai pijakan utama. (Sahat/*)

Editor: Js