Header Ads Widget

Perpisahan Pdt. Els Putirulan Penuh Haru, Tiga Tahun Melayani Jadi Kenangan

Foto: Perpisahan Pdt. Els Putirulan Penuh Haru, Tiga Tahun Melayani Jadi Kenangan. (dok/ist/Jos)

Sorong, JejakSiber.com — Suasana haru menyelimuti acara perpisahan Ketua Jemaat GKI Syaloom Klademak, Kota Sorong, Pdt. Els Putirulan, S.Th., M.Mis., yang akan mengakhiri masa pelayanannya setelah mendapat penugasan baru di Klasis Kabupaten Sorong.

Pelepasan tersebut menjadi momen emosional bagi jemaat yang selama lebih dari tiga tahun telah bersama-sama menjalani berbagai dinamika pelayanan. Tangis dan kesedihan pun tak dapat disembunyikan ketika perpisahan dengan sosok pelayan yang selama ini hadir di tengah jemaat harus terjadi.

Berdasarkan keputusan Sinode GKI sebagai pimpinan gereja di Tanah Papua, Pdt. Els Putirulan terhitung mulai 23 Agustus 2026 akan meninggalkan Jemaat GKI Syaloom Klademak untuk menjalankan tugas pelayanan yang baru di Klasis Kabupaten Sorong.

Selama bertugas di GKI Syaloom Klademak, Pdt. Els Putirulan telah melayani selama 3 tahun 3 bulan. Dalam kurun waktu tersebut, berbagai pengalaman suka maupun duka menjadi bagian dari perjalanan pelayanan bersama jemaat.

Perpisahan pun dilakukan di lima rayon yang berada dalam lingkungan pelayanan GKI Syaloom Klademak. Salah satunya digelar Rayon 1 pada Jumat, 14 Agustus 2026, bertempat di Studio Kei Kok LPP RRI Sorong yang berada dalam wilayah pelayanan Rayon 1.

Dalam sambutannya, Pdt. Els Putirulan mengungkapkan rasa syukur atas kebersamaan yang telah terbangun selama dirinya melayani di GKI Syaloom Klademak.

Ia mengatakan, berbagai tugas pelayanan selama tiga tahun tiga bulan dapat dijalankan dengan baik berkat dukungan para penatua, syamas, serta seluruh anggota jemaat.

“Saya bertugas di GKI Syaloom Klademak sudah 3 tahun 3 bulan. Sekarang saya mendapat tugas baru di Klasis Kabupaten Sorong. Kenangan kebersamaan kita menjadi kenangan yang indah,” ujar Pdt. Els Putirulan dengan suara penuh haru sembari meneteskan air mata.

Bagi jemaat Rayon 1, keberadaan Pdt. Els Putirulan tidak hanya dirasakan melalui pelayanan khotbah di mimbar. Kehadirannya juga dinilai memberikan perhatian melalui doa, nasihat, pendampingan, serta keteladanan dalam kehidupan bergereja.

Koordinator Rayon 1, Pnt. K. Batlayar, menyampaikan bahwa selama menjalankan pelayanan, Pdt. Els Putirulan telah memberikan banyak hal yang dirasakan langsung oleh anggota jemaat.

Menurutnya, pelayanan seorang pendeta tidak semata-mata diukur dari apa yang disampaikan di atas mimbar, tetapi juga dari perhatian dan keteladanan yang diberikan kepada jemaat dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam pesannya, Pnt. K. Batlayar menegaskan bahwa perpisahan tersebut bukanlah akhir dari sebuah pelayanan. Sebaliknya, perpindahan tugas menjadi awal bagi perjalanan pelayanan yang baru.

“Kemanapun Ibu diutus Tuhan, tetap menjadi pelayan yang setia, rendah hati dan penuh kasih seperti apa yang jemaat Syaloom Klademak terima,” pesannya.

Pelepasan tersebut kemudian dilanjutkan dengan makan bersama, penyerahan kado sebagai bentuk penghargaan dan ucapan terima kasih atas pelayanan Pdt. Els Putirulan, serta foto bersama.

Bagi jemaat GKI Syaloom Klademak, khususnya Rayon 1, perpisahan itu menjadi sebuah kenangan sekaligus ungkapan terima kasih atas perjalanan pelayanan yang telah dilalui bersama. Pergantian tempat tugas tidak menghapus ikatan kebersamaan yang telah terbangun selama lebih dari tiga tahun.

Kini, Pdt. Els Putirulan akan melanjutkan panggilan pelayanannya di tempat yang baru, sementara kenangan selama melayani di GKI Syaloom Klademak akan tetap menjadi bagian dari perjalanan jemaat. (Jos)

Editor: Js