Header Ads Widget

276 Young Leaders PFmuda 2026 Masuk Case Challenge, Ditantang Ubah Masalah Jadi Solusi

Foto: 276 Young Leaders PFmuda 2026 Masuk Case Challenge, Ditantang Ubah Masalah Jadi Solusi. (dok/ist)

Jakarta, JejaSiber.com – Sebanyak 276 kelompok Young Leaders dinyatakan lolos ke tahap Case Challenge dalam rangkaian program PFmuda 2026 yang digelar Pertamina Foundation. Tahapan ini menjadi bagian penting dalam proses seleksi untuk menguji kemampuan peserta mengolah persoalan sosial menjadi solusi yang inovatif, terukur, dan berdampak.

Jumlah peserta yang melaju ke tahap tersebut merupakan hasil seleksi dari total 2.323 kelompok yang mendaftarkan diri dalam program PFmuda 2026 dari berbagai wilayah di Indonesia.

Memasuki tahap Case Challenge, para peserta ditantang untuk menunjukkan kemampuan berpikir kritis sekaligus memecahkan persoalan sosial melalui pendekatan berbasis data atau data-driven decision making.

Seluruh proses penyelesaian kasus dilakukan secara daring melalui sistem seleksi resmi PFmuda. Sistem dan perangkat aplikasi yang digunakan juga dirancang dengan memperhatikan aspek inklusivitas dan aksesibilitas sehingga dapat digunakan oleh seluruh peserta, termasuk peserta penyandang disabilitas.

Dalam tahapan ini, peserta tidak hanya dituntut menghasilkan ide kreatif. Mereka juga harus mampu menunjukkan proses berpikir yang sistematis, mulai dari mengidentifikasi dan mendefinisikan persoalan, menganalisis akar masalah (root cause), memvalidasi data, hingga menentukan prioritas solusi yang berkelanjutan dan memiliki dampak nyata.

Presiden Direktur Pertamina Foundation, Agus Mashud S. Asngari, mengatakan Case Challenge dirancang untuk melatih ketajaman berpikir generasi muda dalam menghadapi kompleksitas persoalan sosial.

“Tahapan Case Challenge ini kami hadirkan bukan sekadar untuk menguji keahlian analitis para peserta, melainkan untuk melatih alur berpikir mereka dalam membedah kompleksitas isu sosial di lapangan,” ujar Agus dalam keterangan yang disampaikan Pertamina Foundation.

Menurutnya, gagasan yang lahir dari para Young Leaders diharapkan tidak berhenti pada tataran konseptual. Ide tersebut perlu memiliki kemungkinan untuk diterapkan secara nyata sehingga mampu melahirkan inovasi sosial yang responsif dan berkelanjutan.

“Kami ingin memastikan gagasan yang lahir dari Young Leaders tidak berhenti pada tataran gagasan konseptual, tetapi dapat terealisasi secara nyata sebagai inovasi sosial yang aplikatif, responsif, dan memberikan solusi berkelanjutan bagi permasalahan masyarakat,” katanya melalui siaran pers yang diterima redaksi, Jumat (18/9/2026).

Sebelum memasuki Case Challenge, para peserta terlebih dahulu memperoleh pembekalan melalui sesi General Coaching PFmuda 2026 dengan tema “From Problem to Impact: Strategic Problem Solving & Data-Driven Decision Making for Social Innovation”.

Pembekalan tersebut memberikan peserta pemahaman mengenai metodologi pemecahan masalah secara sistematis, termasuk bagaimana mengolah data dan menyusun solusi yang relevan, realistis, serta memungkinkan untuk diterapkan di lapangan.

Pertamina Foundation menyebut PFmuda tidak hanya diarahkan sebagai ajang kompetisi gagasan, tetapi juga sebagai ruang inkubasi dan pengembangan kepemimpinan generasi muda di Indonesia.

Melalui proses seleksi yang ketat dan inklusif, peserta diharapkan mampu mengembangkan karakter kepemimpinan sekaligus kemampuan mengubah berbagai tantangan sosial menjadi solusi yang berbasis data dan berorientasi pada dampak.

Setelah tahapan Case Challenge, peserta yang dinyatakan lolos akan melanjutkan perjalanan menuju Final Demo Day. Pada tahap tersebut, mereka akan mempresentasikan karya dan solusi terbaik yang telah dikembangkan selama rangkaian PFmuda 2026.

Dengan demikian, perjalanan 276 kelompok Young Leaders tersebut tidak hanya menjadi proses seleksi kompetisi, tetapi juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengasah kemampuan menganalisis persoalan sosial sekaligus membuktikan bagaimana sebuah gagasan dapat diarahkan menjadi solusi yang memiliki manfaat nyata bagi masyarakat. (*)

Editor: Js