Header Ads Widget

BINUS Perkuat Jejaring Pendidikan ASEAN Lewat Symposium 2026

Foto: BINUS Perkuat Jejaring Pendidikan ASEAN Lewat Symposium 2026. (dok/ist)

Jakarta, JejakSiber.com — BINUS University memperkuat kolaborasi pendidikan tinggi di kawasan ASEAN melalui penyelenggaraan ASEAN Symposium on Higher Education 2026 pada 22–28 September 2026 di BINUS @Senayan, Jakarta.

Kegiatan yang digelar Faculty of Digital Communication and Hotel & Tourism (FDCHT) BINUS University bersama Southeast Asia Academic Mobility (SEAAM) dan PERMATA Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa dan akademisi untuk bertukar wawasan, membangun koneksi lintas budaya, serta memperluas pengalaman akademik di tingkat regional.

Dean FDCHT BINUS University, Dr. Dea Prasetyawati, S.ST. Par., M.M., mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat jejaring akademik BINUS University di kawasan ASEAN.

“ASEAN Symposium on Higher Education 2026 menjadi momentum bagi BINUS University untuk memperkuat jejaring akademik di kawasan ASEAN sekaligus membuka ruang diskusi bagi mahasiswa dan akademisi untuk berbagi perspektif, pengalaman, serta inovasi dalam dunia pendidikan tinggi,” ujar Dea.

Salah satu agenda utama dalam rangkaian kegiatan tersebut adalah ASEAN Business Case Writing Competition 2026 & Student Symposium 2026 yang berlangsung pada Kamis, 24 September 2026, di Lobi Utama JWC Campus, BINUS @Senayan.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi BINUS Business School Case Center, FDCHT BINUS University, Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), UCYP University, Institut Agama Islam Rawa Aopa, dan SEAAM.

Acara dibuka Campus Director BINUS @Senayan, Dr. Drs. Andreas Chang, M.B.A., bersama Executive Dean BINUS Business School, Prof. Dezie Leonarda Warganegara, Ph.D., serta Dean FDCHT BINUS University, Dr. Dea Prasetyawati, S.ST. Par., M.M.

Mengusung tagline “Write. Inspire. Transform Business Education Across ASEAN.”, ASEAN Business Case Writing Competition 2026 menjadi wadah bagi mahasiswa dan akademisi untuk mengembangkan kemampuan analisis bisnis melalui penulisan studi kasus yang berbasis pada persoalan nyata.

Kompetisi tingkat universitas ASEAN tersebut menerima sebanyak 24 studi kasus dari peserta dengan beragam kategori, antara lain Sustainability Innovation, Business Leadership, Economics & Financial Analysis, Entrepreneurship, Consumer & Market Analysis, Strategic Management & Corporate Restructuring, Fraud & Risk Management, Education & International Studies, Islamic Banking & Finance, serta Corporate Governance & Law.

Setelah melalui proses penilaian oleh para juri, Ranjana Tiwari dari Sunway University Malaysia meraih Juara 1. Posisi Juara 2 ditempati Apriani Kurnia Suci dari BINUS University, sedangkan Pong Yuen Lam dari The City University of Hong Kong meraih Juara 3.

Karya para pemenang juga berpeluang dipublikasikan melalui sejumlah platform akademik, termasuk Emerald Emerging Markets Case Study yang tercantum sebagai Scopus Q4, jurnal SINTA 2, dan IGI Global. Kesempatan tersebut membuka ruang bagi peserta untuk memperluas kontribusi akademik mereka ke tingkat internasional.

Selain kompetisi penulisan studi kasus, rangkaian kegiatan juga menghadirkan Student Symposium 2026 yang melibatkan mahasiswa BINUS University dan Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM).

Student Symposium menjadi bagian dari rangkaian academic mobility SEAAM dengan menghadirkan seminar dan diskusi interaktif mengenai berbagai isu pendidikan tinggi. Forum tersebut sekaligus menjadi ruang pertukaran pengalaman dan wawasan mahasiswa dari berbagai institusi pendidikan.

Dea mengatakan, kegiatan seperti case competition dan student symposium diharapkan dapat membangun budaya pembelajaran yang kolaboratif dan kreatif serta memberikan dampak bagi perkembangan pendidikan tinggi di kawasan ASEAN.

“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi wadah bagi mahasiswa, akademisi, dan institusi pendidikan untuk saling menginspirasi, berbagi pengetahuan, serta membangun ekosistem pendidikan tinggi ASEAN yang mampu membentuk individu berintegritas, adaptif, dan siap memberikan dampak positif di tingkat global,” tuturnya.

Melalui ASEAN Symposium on Higher Education 2026, BINUS University menegaskan komitmennya untuk memperluas pengalaman pembelajaran global bagi mahasiswa sekaligus membangun konektivitas akademik antarnegara.

Kolaborasi tersebut diarahkan untuk mempersiapkan mahasiswa agar mampu beradaptasi, berkolaborasi, dan berkontribusi dalam lingkungan regional maupun internasional yang terus berkembang. (*)

Editor: Js