![]() |
| Foto: Ilustrasi. (dok/ist) |
Jakarta, JejakSiber.com – Harga emas atau XAUUSD masih berada dalam tekanan setelah mengalami penurunan tajam pada awal perdagangan pekan ini. Namun, secara teknikal, emas mulai menunjukkan peluang rebound jangka pendek dengan level US$4.111 per ounce menjadi area penting yang perlu diperhatikan pelaku pasar.
Berdasarkan analisis Dupoin Futures (PT Dupoin Futures Indonesia), pergerakan emas pada timeframe H1 berpotensi memasuki fase koreksi setelah mengalami tekanan jual cukup kuat pada Senin.
Sinyal potensi penguatan tersebut terlihat dari terbentuknya pola Bullish Engulfing di sekitar level support US$4.111.
Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menyebut level tersebut menjadi area penting bagi pergerakan harga emas dalam jangka pendek.
"Selama support tersebut mampu menahan tekanan jual, XAUUSD berpotensi melakukan koreksi kenaikan menuju resistance terdekat pada kisaran 4.160 hingga 4.202," demikian analisis Dupoin Futures dalam keterangan yang diterima, Selasa (29/9/2026).
Pola Bullish Engulfing pada timeframe H1 mengindikasikan adanya peningkatan tekanan beli setelah harga mengalami penurunan tajam. Kendati demikian, potensi kenaikan tersebut masih dipandang sebagai koreksi terhadap tren pelemahan sebelumnya.
Area resistance US$4.160 hingga US$4.202 menjadi titik yang perlu dicermati untuk melihat keberlanjutan rebound maupun kemungkinan munculnya kembali tekanan jual.
Tekanan Fundamental Masih Membayangi
Di tengah peluang rebound secara teknikal, harga emas masih menghadapi sejumlah tekanan fundamental.
Dalam rilisnya, Dupoin Futures mengutip laporan Reuters yang menyebut harga emas turun sekitar 4 persen pada Senin hingga menyentuh US$4.111 per ounce, level terendah sejak awal Agustus.
Penurunan tersebut terjadi ketika imbal hasil atau yield Treasury AS 10 tahun menyentuh level tertinggi sejak Juni 2007. Kondisi itu turut memperkuat ekspektasi pasar terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga Federal Reserve atau The Fed berikutnya.
Kenaikan yield Treasury menjadi salah satu faktor yang membebani harga emas. Sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil, emas cenderung menghadapi peningkatan opportunity cost ketika imbal hasil instrumen Treasury naik.
Selain itu, penguatan dolar AS juga menjadi faktor yang memberikan tekanan terhadap harga logam mulia tersebut. Penguatan dolar mendapat dukungan dari kenaikan yield Treasury serta meningkatnya ekspektasi terhadap kebijakan moneter AS yang lebih ketat.
Pasar, menurut rilis tersebut, memperkirakan peluang sekitar 70 persen untuk kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober. Ekspektasi tersebut menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi daya tarik emas.
Konflik AS-Iran Jadi Faktor Pendukung
Di sisi lain, risiko geopolitik masih berpotensi memberikan dukungan terhadap emas sebagai aset safe haven.
Ketidakpastian hubungan AS-Iran serta potensi gangguan terhadap arus energi di kawasan Timur Tengah dapat meningkatkan permintaan terhadap aset lindung nilai.
Harga minyak yang masih tinggi akibat ketegangan AS-Iran juga menjadi perhatian karena dapat meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter The Fed.
Namun, berdasarkan analisis Dupoin Futures, untuk saat ini tekanan dari kenaikan yield Treasury dan penguatan dolar AS masih menjadi faktor yang membatasi ruang penguatan XAUUSD.
Level US$4.111 Jadi Penentu
Dengan kondisi tersebut, Dupoin Futures melihat peluang rebound teknikal pada harga emas dalam jangka pendek. Level US$4.111 menjadi support utama yang perlu dipantau.
Apabila support tersebut mampu bertahan, XAUUSD berpotensi menguji area resistance US$4.160 hingga US$4.202.
Sebaliknya, pergerakan harga di sekitar area resistance tersebut akan menjadi indikator penting untuk melihat apakah rebound dapat berlanjut atau justru kembali menghadapi tekanan jual.
Pelaku pasar juga disarankan mencermati perkembangan dolar AS, yield Treasury, harga minyak, serta situasi geopolitik AS-Iran yang dapat menjadi katalis bagi pergerakan harga emas.
Dengan demikian, meski terdapat peluang penguatan secara teknikal, arah harga emas tetap dipengaruhi oleh kombinasi faktor teknikal dan fundamental. Rebound yang terjadi juga masih perlu dilihat dalam konteks koreksi selama tekanan dari dolar AS, yield Treasury, dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed masih berlangsung. (*)
Editor: Js



















