Header Ads Widget

Perjamuan Kudus Sedunia, Gereja Lintas Denominasi Teguhkan Kesatuan Iman

Foto: Perjamuan Kudus Sedunia, Gereja Lintas Denominasi Teguhkan Kesatuan Iman. (dok/ist/Jos)

Sorong, JejakSiber.com – Gereja-gereja dari berbagai denominasi di berbagai belahan dunia akan memperingati Perjamuan Kudus Sedunia pada Minggu pertama Oktober 2026. Momentum tersebut menjadi kesempatan bagi umat Kristiani untuk mengenang pengorbanan Yesus Kristus sekaligus meneguhkan kesatuan tubuh Kristus di tengah keberagaman gereja, bangsa, dan budaya.

Perjamuan Kudus Sedunia tahun ini diperingati pada Minggu, 4 Oktober 2026. Perayaan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari kehidupan iman jemaat, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat semangat persaudaraan dan kesatuan umat Kristiani lintas denominasi.

Di Indonesia, termasuk di Kota Sorong, Papua Barat Daya, sejumlah gereja kembali mempersiapkan pelaksanaan ibadah khusus Perjamuan Kudus. Dalam perayaan tersebut, jemaat mengambil bagian dalam roti dan anggur sebagai lambang tubuh dan darah Yesus Kristus.

Perjamuan Kudus menjadi salah satu momentum penting bagi umat Kristiani untuk kembali menghayati kasih dan pengorbanan Kristus di kayu salib. Melalui perjamuan tersebut, jemaat diajak melakukan introspeksi diri, memperbarui kehidupan iman, serta mengingat kembali makna pengorbanan Kristus yang diyakini telah memberikan diri-Nya untuk menebus dosa manusia.

Salah satu gereja yang melakukan persiapan khusus adalah GKI Syaloom Klademak, Sorong, Papua Barat Daya. Sebelum pelaksanaan Perjamuan Kudus, para penatua dan syamas dari Rayon 1 hingga Rayon 5 terlebih dahulu mengikuti doa pembukaan yang dilaksanakan di Gereja Syaloom Klademak.

Doa pembukaan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Jemaat GKI Syaloom Klademak, L. Nanlohi, S.Th., M.Mis. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan pastoral oleh para majelis ke rumah-rumah jemaat.

Kunjungan pastoral tersebut dilakukan untuk menyampaikan informasi mengenai pelaksanaan Perjamuan Kudus sekaligus mengajak jemaat mengambil bagian dalam perayaan iman tersebut. Selain itu, kunjungan tersebut juga bertujuan mendata jemaat yang akan mengikuti Perjamuan Kudus.

Perhatian khusus diberikan kepada jemaat yang sudah lanjut usia maupun mereka yang sedang mengalami sakit dan tidak memungkinkan untuk datang langsung ke gereja.

Bagi jemaat dalam kondisi tersebut, pelayanan Perjamuan Kudus akan dilakukan di rumah masing-masing. Pelaksanaannya dijadwalkan pada 27 September 2026, sebagai bagian dari pelayanan pastoral gereja kepada seluruh anggota jemaat.

Pelayanan tersebut menunjukkan bahwa Perjamuan Kudus tidak hanya dipahami sebagai kegiatan ibadah bersama di gedung gereja, tetapi juga sebagai bentuk perhatian gereja terhadap jemaat yang memiliki keterbatasan untuk hadir secara langsung.

Sementara itu, pelaksanaan Perjamuan Kudus secara bersama-sama di GKI Syaloom Klademak dijadwalkan berlangsung satu kali pada pukul 17.00 WIT.

Melalui rangkaian persiapan dan pelayanan tersebut, jemaat diharapkan dapat mengikuti Perjamuan Kudus dengan kesiapan hati, menghayati kembali makna pengorbanan Yesus Kristus, serta memperkuat kehidupan persekutuan di tengah keberagaman umat Kristiani.

Perjamuan Kudus Sedunia pun menjadi momentum untuk mengingat bahwa keberagaman denominasi dan budaya tidak menghilangkan semangat persaudaraan dalam iman kepada Kristus. (Jos)

Editor: Js