![]() |
| Foto: PTPN I Raih Anugerah Mahayuga, Perkuat Peran di Ketahanan Pangan. (dok/ist) |
Jakarta, JejakSiber.com — PT Perkebunan Nusantara I (Persero) atau PTPN I, subholding dari Holding Perkebunan Nusantara (PTPN Group), meraih Anugerah Mahayuga dari Garuda TV atas kontribusinya yang dinilai strategis dalam mendukung ketahanan dan kedaulatan pangan nasional.
Penghargaan tersebut diberikan dalam rangka memperingati tiga tahun perjalanan Garuda TV yang berlangsung di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Minggu (9/8/2026). Penghargaan diserahkan Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya dan diterima langsung Direktur Utama PTPN I Abdul Rivai Ras.
Anugerah Mahayuga merupakan bentuk apresiasi Garuda TV kepada tokoh dan institusi yang dinilai memberikan kontribusi serta dampak positif bagi masyarakat dan bangsa.
Bagi PTPN I, penghargaan tersebut menjadi penegasan atas posisi strategis sektor perkebunan dalam mendukung ketahanan pangan dan energi, mengoptimalkan pengelolaan aset negara, sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat.
Direktur Utama PTPN I Abdul Rivai Ras mengatakan penghargaan tersebut tidak hanya menjadi bentuk apresiasi, tetapi juga dorongan bagi seluruh insan perusahaan untuk terus meningkatkan kinerja dan memperluas kontribusi bagi negara.
“Penghargaan ini bukan semata-mata tentang PTPN I, tetapi tentang seluruh insan perkebunan yang terus menjaga amanah negara. Perkebunan memiliki posisi strategis karena menyangkut pangan, energi, lapangan kerja, ekonomi masyarakat, sekaligus pengelolaan aset negara,” kata Rivai.
Menurut Rivai, mandat PTPN I tidak sebatas menghasilkan komoditas. Pengelolaan perkebunan harus mampu meningkatkan produktivitas aset, menciptakan nilai tambah, serta memberikan manfaat ekonomi dan sosial secara berkelanjutan.
Untuk itu, PTPN I terus mendorong transformasi perusahaan melalui penguatan tata kelola, manajemen risiko, digitalisasi, pengembangan sumber daya manusia, serta peningkatan kinerja operasional dan finansial.
Transformasi tersebut juga diarahkan pada penguatan hilirisasi dan rantai nilai komoditas. Dengan demikian, sektor perkebunan tidak hanya berperan sebagai penghasil bahan baku, tetapi juga mampu menciptakan nilai ekonomi yang lebih besar dan memperluas manfaat bagi masyarakat.
“Tantangannya bukan sekadar bagaimana menghasilkan komoditas, tetapi bagaimana seluruh rantai nilai perkebunan dapat memberikan kontribusi maksimal bagi perekonomian nasional,” ujar Rivai.
Keberlanjutan Jadi Fondasi
Dalam pengelolaan aset negara, PTPN I menempatkan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan sebagai satu kesatuan. Prinsip keberlanjutan menjadi fondasi agar aset perkebunan tetap produktif dan mampu memberikan manfaat dalam jangka panjang.
“Tugas kita adalah memastikan warisan aset negara ini tetap produktif, lestari, dan memberikan manfaat bagi generasi sekarang maupun generasi mendatang,” kata Rivai.
Rivai juga menegaskan bahwa Anugerah Mahayuga dipersembahkan kepada seluruh insan PTPN I yang selama ini menjaga produktivitas perkebunan, mengelola aset negara, serta menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.
“Setiap jengkal lahan yang kita kelola, setiap komoditas yang kita hasilkan, dan setiap nilai tambah yang kita ciptakan harus bermuara pada kontribusi bagi Indonesia,” ujarnya.
Selain PTPN I, Anugerah Mahayuga juga diberikan kepada sejumlah tokoh dan institusi dalam berbagai kategori, di antaranya Dr. Taufiq Supriyadi, Harita Nickel, Melan Achmad, Jenderal TNI (Purn.) Try Sutrisno, PT PLN (Persero), Musim Mas, dan Rosita Istiawan.
Bagi PTPN I, penghargaan tersebut menjadi momentum untuk terus memperkuat posisi sektor perkebunan sebagai bagian strategis pembangunan nasional, melalui pengelolaan aset yang produktif, penciptaan nilai tambah, serta penerapan prinsip keberlanjutan.
Sebagai bagian dari Holding Perkebunan Nusantara, PTPN I menyatakan akan terus memperkuat kontribusi sektor perkebunan melalui pengelolaan aset secara produktif dan berkelanjutan, sekaligus memperluas manfaat bagi masyarakat dan negara. (*)
Editor: Js



















