![]() |
| Foto: PURANA 17 Renjana Perca, Buktikan Kemewahan Bisa Berjalan Bersama Sirkularitas. (dok/ist) |
Jakarta, JejakSiber.com – Purana Group merilis Post-Event Impact Report dari pameran “PURANA 17: Renjana Perca”, yang digelar di Grand Indonesia untuk memperingati perjalanan 17 tahun Purana. Pameran tersebut mengangkat perpaduan antara warisan budaya, inovasi desain, dan komitmen terhadap konsep fashion sirkular.
Melalui “Renjana Perca”, Purana menampilkan kembali arsip tekstil yang telah dikumpulkan selama 17 tahun untuk diolah menjadi karya baru. Pendiri sekaligus Chief Creative Officer Purana, Nonita Respati, menempatkan pendekatan tersebut sebagai bagian dari konsep “Livable Art”, yakni karya seni yang tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga mempertimbangkan tanggung jawab terhadap lingkungan.
Dalam laporan dampak yang dirilis Purana, struktur arsitektur pameran menggunakan 1.366 kilogram kardus daur ulang. Sementara itu, sebanyak 62 kilogram limbah tekstil arsip diolah melalui kolaborasi bersama 12 seniman dan kreator kontemporer menjadi berbagai instalasi seni.
Konsep sirkularitas juga melibatkan pengunjung. Sebanyak 180 pengunjung berpartisipasi dalam aktivitas menenun menggunakan sekitar 3.000 meter potongan kain arsip pada alat tenun interaktif yang disediakan selama pameran.
Purana juga melanjutkan pemanfaatan material setelah acara berakhir. Sebanyak 780 meter persegi karpet pameran didonasikan kepada Yayasan Rumah Al-Fatih Arsya Respati agar material tersebut tetap dapat digunakan dan tidak berakhir sebagai limbah.
Selain mencatat dampak lingkungan dan sosial, Purana menyebut “Renjana Perca” turut memberikan dampak terhadap kinerja bisnis dan komunikasi merek.
Berdasarkan laporan perusahaan, inisiatif tersebut berkontribusi terhadap kenaikan penjualan pada Agustus sebesar 90,7 persen secara year-on-year (YoY). Acara tersebut juga disebut menghasilkan estimasi nilai komunikasi sebesar Rp14,874 miliar, atau sekitar 3,54 kali lipat dari target awal.
Purana menyebut capaian tersebut diperkuat oleh dukungan organik dari Circle of Trust Purana yang turut mengamplifikasi pesan mengenai fashion berkelanjutan kepada publik.
Melalui “Renjana Perca”, Purana menegaskan pendekatan bahwa pelestarian arsip tekstil dan warisan desain tidak harus berakhir dengan pembuangan material. Sebaliknya, material lama dapat diinterpretasikan kembali menjadi karya baru sekaligus bagian dari praktik sirkular dalam industri fashion.
Pendekatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari perjalanan Purana selama 17 tahun dalam mengembangkan konsep “Livable Art”, dengan menggabungkan nilai budaya, kreativitas, dan perhatian terhadap keberlanjutan. (*)
Editor: Js



















