![]() |
| Foto: Amsakar: Sekolah Harus Jadi Ruang Aman bagi Anak. (dok/ist/hum) |
Batam, JejakSiber.com – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa sekolah harus menjadi ruang yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan agar setiap anak dapat tumbuh, belajar, serta meraih prestasi secara optimal. Menurutnya, perlindungan terhadap anak bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Penegasan tersebut disampaikan Amsakar saat menyikapi pelaksanaan Pelatihan Penyuluhan dan Penanganan Kekerasan terhadap Anak yang diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Batam di Kantor Wali Kota Batam, Senin (3/8/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua TP-PKK Kota Batam, Erlita Amsakar, serta diikuti para guru dan siswa SMP dari berbagai sekolah di Kota Batam sebagai bagian dari upaya memperkuat perlindungan anak di lingkungan pendidikan.
Dalam sambutannya, Amsakar menegaskan bahwa pencegahan kekerasan terhadap anak harus menjadi gerakan bersama yang melibatkan pemerintah, sekolah, keluarga, tokoh agama, hingga masyarakat. Menurutnya, kolaborasi seluruh pihak merupakan kunci untuk menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara sehat, berkarakter, dan berdaya saing.
"Pemerintah, sekolah, orang tua, tokoh agama, dan masyarakat harus bergerak bersama mencegah terjadinya kekerasan terhadap anak. Korban kekerasan akan mengalami trauma yang dapat berdampak pada kondisi psikologisnya hingga dewasa. Karena itu, pencegahan harus menjadi prioritas," tegas Amsakar.
Ia menjelaskan bahwa dampak kekerasan terhadap anak tidak hanya dirasakan dalam jangka pendek, tetapi juga dapat memengaruhi perkembangan mental, emosional, hingga masa depan korban. Oleh karena itu, seluruh pihak harus memiliki kepedulian untuk mengenali potensi kekerasan serta berani mengambil langkah pencegahan sejak dini.
Amsakar juga menekankan bahwa sekolah memiliki peran strategis, bukan sekadar sebagai tempat menimba ilmu, tetapi juga sebagai ruang pembentukan karakter. Karena itu, lingkungan sekolah harus mampu memberikan rasa aman sehingga peserta didik dapat belajar tanpa tekanan, intimidasi, maupun perundungan.
"Anak-anak harus merasa aman ketika berada di sekolah. Dengan rasa aman, mereka akan lebih percaya diri, mampu mengembangkan potensi, dan meraih prestasi sesuai bakat yang dimiliki," ujarnya.
Sementara itu, Ketua TP-PKK Kota Batam, Erlita Amsakar, mengajak seluruh peserta pelatihan untuk berani menjadi pelapor sekaligus pelopor apabila mengetahui adanya tindak kekerasan terhadap anak, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat.
Menurutnya, perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama karena anak adalah amanah sekaligus generasi penerus bangsa yang harus dijaga dengan penuh kepedulian.
"Anak-anak adalah titipan yang harus kita jaga bersama. Mereka merupakan generasi penerus bangsa yang akan menentukan masa depan Indonesia. Karena itu, menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak merupakan tanggung jawab kita bersama," kata Erlita.
Ia juga mengungkapkan bahwa TP-PKK Kota Batam terus memperkuat pembentukan karakter generasi muda melalui Program Pembinaan Budi Pekerti yang telah dilaksanakan di seluruh 12 kecamatan di Kota Batam.
Melalui program tersebut, para pelajar diberikan edukasi mengenai pentingnya saling menghormati, membangun sikap toleransi, menjauhi perundungan, serta menciptakan budaya sekolah yang ramah, inklusif, dan penuh kepedulian terhadap sesama.
"Kami ingin tidak ada lagi perundungan di sekolah. Mari kita ciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan penuh kasih sayang agar anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi yang berprestasi sekaligus berakhlak mulia," ujarnya.
Pelatihan yang digelar DP3AP2KB Kota Batam ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman seluruh warga sekolah mengenai cara mengenali, mencegah, dan menangani berbagai bentuk kekerasan terhadap anak sejak dini.
Melalui sinergi antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat, Pemerintah Kota Batam optimistis dapat mewujudkan ekosistem pendidikan yang aman, nyaman, inklusif, serta mendukung lahirnya generasi muda yang sehat, berkarakter, berprestasi, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (Rls/*)
Editor: Js



















