Header Ads Widget

Bappenas Dorong ENSIA 2026 Perkuat Inovasi Berkelanjutan

Foto: Bappenas Dorong ENSIA 2026 Perkuat Inovasi Berkelanjutan. (dok/ist)

Denpasar, JejakSiber.com – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) mendorong ajang Environmental and Social Innovation Awards (ENSIA) 2026 untuk menjadi salah satu penggerak inovasi lingkungan dan sosial dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia, Rabu (9/9/2026).

Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy mengatakan, inovasi yang dikembangkan dunia usaha maupun masyarakat perlu memberikan manfaat nyata, baik terhadap kualitas lingkungan, penguatan usaha, maupun peningkatan ketahanan masyarakat dalam menghadapi berbagai perubahan.

“Kualitas lingkungan dan ketahanan masyarakat harus menjadi bagian strategi pertumbuhan ekonomi. Kita perlu memastikan bahwa investasi dan kegiatan produksi menjaga sumber daya alam yang menopang pembangunan serta memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitarnya,” kata Rachmat Pambudy dalam ajang ENSIA 2026 di Denpasar melalui keterangan tertulisnya yang diterima media ini, Minggu (13/9/2026)

Menurutnya, keberhasilan inovasi tidak cukup hanya diukur dari pencapaian teknologi atau efisiensi produksi, tetapi juga dari dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Rachmat menyampaikan sejumlah arahan strategis yang perlu diperkuat lintas sektor. Salah satunya adalah mempercepat dekarbonisasi industri sekaligus meningkatkan daya saing hilirisasi.

Upaya tersebut, kata dia, dapat dilakukan melalui penguatan pengukuran dan verifikasi jejak karbon, percepatan pemanfaatan energi terbarukan, diversifikasi pasar ekspor, perluasan akses pembiayaan hijau, serta peningkatan efisiensi energi dan elektrifikasi proses produksi secara bertahap sesuai kesiapan industri.

“Saya mendorong dunia usaha menjadikan dekarbonisasi sebagai bagian dari strategi investasi dan pengembangan rantai pasok,” ujarnya.

Rachmat juga menilai lembaga pengujian, inspeksi dan sertifikasi memiliki peran penting dalam memastikan kinerja keberlanjutan dapat dibuktikan secara kredibel. Dengan demikian, inovasi yang dihasilkan dapat meningkatkan kepercayaan pasar sekaligus memperkuat nilai tambah produk Indonesia.

Selain dekarbonisasi industri, Bappenas mendorong pengembangan ekonomi biru untuk memperkuat ketahanan pangan dan masyarakat pesisir. Prinsip ekonomi biru, hijau dan sirkular juga dinilai perlu diterapkan dalam pengembangan sektor pariwisata.

Di sisi lain, pembiayaan dan kemitraan dinilai perlu diperluas agar inovasi yang telah terbukti berhasil tidak berhenti pada skala tertentu, tetapi dapat direplikasi dan memberikan manfaat yang lebih luas.

“Sebagai Bridge Builder, Indonesia siap menghubungkan pembiayaan global dengan proyek hijau dan biru di dalam negeri. Saya berharap ENSIA turut mempertemukan inovasi, kebutuhan masyarakat, dan dukungan pembiayaan, serta mendorong replikasi praktik yang berhasil agar manfaatnya semakin luas,” tegas Rachmat.

ENSIA Jadi Wadah Inovasi

Direktur Utama PT SUCOFINDO (Persero) Sandry Pasambuna mengatakan ENSIA merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong budaya inovasi dan keberlanjutan di Indonesia.

Sejak pertama kali diselenggarakan pada 2022, ENSIA menjadi ajang apresiasi bagi perusahaan dan local hero yang menghadirkan inovasi di bidang lingkungan dan sosial dengan dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan.

“Fokus inovasi ENSIA 2026 diarahkan pada isu-isu strategis nasional, seperti ketahanan pangan, pengelolaan sampah, dan transisi energi bersih yang memiliki dampak langsung terhadap pembangunan masa depan Indonesia,” kata Sandry.

Menurutnya, ENSIA juga menjadi wadah bagi dunia usaha untuk mengembangkan inovasi yang mampu membuka peluang ekonomi sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat.

“Kami ingin mendorong dunia usaha untuk terus berinovasi yang berdampak positif pada kualitas lingkungan, sosial serta kemandirian sehingga menjadikan masyarakat yang lebih tangguh terhadap pembangunan nasional,” tuturnya.

Sandry berharap ENSIA dapat terus berkembang menjadi platform inovasi keberlanjutan yang semakin inklusif dan memberikan dampak nyata bagi lingkungan, masyarakat serta pembangunan Indonesia.

Ia menekankan, inovasi yang lahir melalui ENSIA tidak seharusnya berhenti pada penghargaan, melainkan dapat diterapkan dan direplikasi di berbagai wilayah.

“Yang terpenting, inovasi yang lahir dari ENSIA tidak berhenti pada penghargaan, tetapi dapat direplikasi dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat, lingkungan, dan berdampak bagi pembangunan nasional yang berkualitas dan kredibel,” tutup Sandry.

Ajang ENSIA 2026 turut dihadiri Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia Moh Jumhur Hidayat, Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia Hanif Faisol Nurofiq, serta Gubernur Bali Wayan Koster.

ENSIA merupakan ajang penghargaan yang diselenggarakan PT SUCOFINDO (Persero) sejak 2022 bagi pelaku usaha di Indonesia yang menghadirkan inovasi di bidang lingkungan dan sosial. Selain memberikan apresiasi, ENSIA menjadi wadah berbagi praktik terbaik, memperluas jejaring, serta memperkuat reputasi keberlanjutan para pemangku kepentingan. (*)

Editor: Js