Jakarta, JejakSiber.com – Kesehatan dan kemandirian finansial menjadi dua aspek penting yang perlu berjalan beriringan dalam kehidupan perempuan. Kesadaran terhadap kesehatan tubuh sekaligus kemampuan mengelola keuangan dinilai dapat menjadi bekal penting bagi perempuan dalam membangun masa depan yang lebih mandiri dan terencana.
Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan The FLOQ Circle: Sisterhood edisi terbaru bertajuk Wellness & Wealth yang digelar FLOQ di FLOQ HQ, Jakarta, Sabtu (5/9/2026).
Kegiatan tersebut mempertemukan komunitas perempuan dalam ruang diskusi yang membahas berbagai persoalan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, mulai dari kesehatan perempuan, pengelolaan finansial, literasi keuangan hingga pengenalan aset kripto.
Dalam kegiatan itu, FLOQ menghadirkan Meisya Eadyana, S.Gz, RD, Nutritionist U by Prodia, serta Ajeng Vera, Financial Content Creator sekaligus Founder Ajeng Talks.
Melalui konsep Wellness & Wealth, peserta diajak memahami bahwa membangun masa depan tidak semata-mata berbicara mengenai kemampuan mengumpulkan dan mengelola uang. Kondisi kesehatan yang baik serta kemampuan memahami kebutuhan diri juga menjadi bagian penting dalam mengambil keputusan kehidupan secara lebih sadar.
Kesehatan Jadi Fondasi
Dalam sesi kesehatan, Meisya Eadyana menekankan pentingnya membangun kesadaran terhadap kondisi tubuh melalui kebiasaan sehari-hari. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak harus selalu diawali dengan perubahan besar, tetapi dapat dilakukan melalui kebiasaan sederhana yang konsisten dan disesuaikan dengan kebutuhan setiap individu.
“Menjaga kesehatan bukan hanya soal angka di timbangan atau bagaimana kita terlihat, tetapi bagaimana kita memahami kebutuhan tubuh dan membangun kebiasaan yang bisa dijalankan secara berkelanjutan. Ketika perempuan memiliki pemahaman yang lebih baik tentang tubuhnya, mereka juga memiliki fondasi yang lebih kuat untuk menjalani berbagai aspek kehidupannya,” ujar Meisya kepada media ini, Minggu (6/9/2026).
Pesan tersebut menempatkan kesehatan sebagai bagian dari investasi jangka panjang. Pemahaman terhadap kondisi tubuh diharapkan membuat perempuan semakin mampu menentukan pola hidup yang sesuai dengan kebutuhannya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan kesempatan mengikuti BMI (Body Mass Index) Test. Aktivitas ini menjadi salah satu bentuk pendekatan praktis agar peserta dapat mengenali kondisi tubuh sekaligus memperoleh perspektif mengenai pentingnya menjaga kesehatan secara berkelanjutan.
Pembahasan mengenai kesehatan juga menegaskan bahwa kesejahteraan perempuan perlu dilihat secara menyeluruh. Kondisi fisik dan mental dapat memengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk produktivitas, relasi sosial hingga kemampuan seseorang dalam merencanakan masa depan.
Mengelola Keuangan Harus Dimulai dari Pemahaman
Selain kesehatan, aspek finansial menjadi pembahasan utama dalam Sisterhood: Wellness & Wealth.
Ajeng Vera mengajak peserta melihat pengelolaan keuangan sebagai sebuah proses yang harus disesuaikan dengan tujuan, kebutuhan serta profil risiko masing-masing individu.
Menurutnya, semakin banyaknya pilihan instrumen keuangan dan berkembangnya aset digital memberikan masyarakat lebih banyak alternatif dalam mengelola keuangan. Namun, kemudahan akses tersebut harus diikuti dengan pemahaman yang memadai mengenai karakteristik dan risiko setiap instrumen.
“Literasi finansial bukan tentang mengikuti instrumen yang sedang populer, tetapi memahami tujuan keuangan kita terlebih dahulu. Termasuk ketika berbicara mengenai aset kripto, penting untuk tahu karakteristik dan risikonya, kemudian menempatkannya sesuai dengan kondisi finansial dan profil risiko masing-masing,” kata Ajeng.
Ia menilai literasi finansial menjadi semakin penting di tengah perkembangan berbagai instrumen investasi yang dapat diakses masyarakat secara lebih mudah.
Dengan pemahaman yang baik, keputusan finansial diharapkan tidak semata-mata dipengaruhi tren atau ajakan dari lingkungan sekitar, tetapi berdasarkan perencanaan serta kemampuan masing-masing individu.
FLOQ Dorong Literasi Aset Digital
CEO & Founder FLOQ, Yudhono Rawis, mengatakan perkembangan ekosistem aset digital perlu berjalan beriringan dengan peningkatan literasi masyarakat.
Menurut Yudhono, menyediakan akses terhadap teknologi dan produk finansial saja belum cukup apabila masyarakat belum mempunyai pemahaman yang memadai mengenai cara menggunakan produk tersebut secara bertanggung jawab.
“Adopsi aset digital yang sehat tidak cukup hanya dengan menghadirkan akses. Industri juga perlu membangun pemahaman dan kepercayaan. Melalui Sisterhood, kami ingin membawa pembicaraan mengenai finansial dan aset digital ke ruang yang lebih relevan dengan kehidupan sehari-hari, sehingga perempuan dapat belajar, bertanya, dan mengambil keputusan dengan lebih percaya diri,” ujar Yudhono.
Ia menambahkan, perempuan mempunyai peran penting dalam memperluas literasi finansial di Indonesia. Karena itu, FLOQ berupaya menghadirkan kegiatan berbasis komunitas yang tidak hanya membahas aset digital dari perspektif pasar, tetapi juga menghubungkannya dengan kebutuhan dan tantangan yang dihadapi masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Pendekatan tersebut diharapkan membuat pembahasan mengenai aset digital menjadi lebih mudah dipahami, khususnya bagi masyarakat yang masih berada pada tahap awal mengenal instrumen tersebut.
Sisterhood Jadi Ruang Belajar dan Bertumbuh
Wellness & Wealth merupakan bagian dari rangkaian FLOQ Circle: Sisterhood, yang sebelumnya telah digelar dengan berbagai tema dan pendekatan.
Pada edisi Bloom & Bond, misalnya, peserta mengikuti kegiatan flower arrangement sekaligus mendapatkan pengenalan mengenai investasi kripto untuk pemula.
Sementara dalam konsep Balance & Build, pembahasan diarahkan pada mindful movement serta dasar-dasar aset kripto dengan pendekatan yang ringan dan ramah bagi pemula.
Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan upaya FLOQ membangun ruang komunitas yang menggabungkan edukasi, interaksi dan aktivitas yang dekat dengan keseharian perempuan.
Melalui Sisterhood, perempuan tidak hanya mendapatkan informasi mengenai kesehatan dan finansial, tetapi juga memiliki kesempatan untuk berdiskusi, membangun koneksi dan bertukar pengalaman dengan sesama peserta.
FLOQ berharap kegiatan semacam ini dapat membantu memperluas pemahaman masyarakat mengenai pentingnya kesehatan, perencanaan finansial serta perkembangan aset digital.
Ke depan, Yudhono mengatakan FLOQ akan terus mengembangkan FLOQ Circle sebagai wadah edukasi dan komunitas yang dapat menjangkau berbagai kelompok masyarakat dengan pendekatan yang relevan dan mudah dipahami.
Bagi FLOQ, semakin luasnya adopsi aset digital harus diiringi dengan semakin kuatnya kemampuan masyarakat dalam memahami peluang sekaligus risiko yang ada.
Melalui pendekatan berbasis komunitas dan kolaborasi dengan berbagai pihak, literasi finansial diharapkan tidak berhenti pada pengetahuan, tetapi dapat menjadi dasar bagi masyarakat, khususnya perempuan, dalam mengambil keputusan finansial secara lebih matang dan bertanggung jawab.
Dengan demikian, kesehatan dan kemandirian finansial bukan lagi dua hal yang berjalan sendiri-sendiri. Keduanya menjadi bagian dari bekal penting perempuan untuk menjalani kehidupan secara lebih sadar, mandiri dan berkelanjutan. (*)
Editor: Js



















