Header Ads Widget

Rumah Pertama Tak Harus Tunggu Penghasilan Besar, BP Tapera Dorong Masyarakat Berani Ambil Langkah

Foto: Ilustrasi. (dok/ist)

Jakarta, JejakSiber.com — Memiliki rumah pertama kerap dipandang sebagai sesuatu yang baru bisa diwujudkan ketika seseorang telah memiliki penghasilan besar dan kondisi finansial yang mapan. Namun, pengalaman para penerima manfaat Program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) menunjukkan bahwa impian memiliki rumah dapat dimulai dari langkah sederhana, kemauan untuk berusaha, serta keberanian memanfaatkan kesempatan yang tersedia.

Salah satunya adalah Rosmini, pedagang sembako di Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Perjalanan Rosmini untuk memiliki rumah tidak selalu berjalan mudah. Warung yang menjadi sumber penghasilannya pernah roboh akibat diterjang angin puting beliung.

Kondisi tersebut sempat membuat Rosmini berpikir untuk berhenti menjalankan usahanya. Namun, ia memilih bangkit dan kembali berjualan. Dari usaha berjualan nasi, Rosmini secara perlahan mengembangkan dagangannya dengan menyediakan gorengan, makanan ringan hingga berbagai kebutuhan sehari-hari.

Kegigihan tersebut kemudian membawanya pada kesempatan untuk memiliki rumah sendiri melalui Program FLPP di Perumahan Puri Delta 12 City Side, Kabupaten Batang.

“Warung saya memang pernah roboh, tapi semangat jangan sampai ikut roboh. Sampai akhirnya saya diberitahu oleh saudara bahwa melalui BP Tapera kami bisa punya rumah sendiri. Sekarang warung ini juga ikut pindah ke rumah,” tutur Rosmini.

Kisah tersebut menjadi gambaran bahwa kepemilikan rumah pertama tidak selalu harus menunggu seseorang memiliki penghasilan yang besar. Bagi masyarakat yang memenuhi persyaratan, dukungan pembiayaan melalui Program FLPP dapat menjadi salah satu jalan untuk mewujudkan hunian yang layak dan terjangkau.

Program FLPP merupakan dukungan pembiayaan perumahan yang diberikan pemerintah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Program tersebut dikelola BP Tapera dan disalurkan melalui bank penyalur kepada masyarakat yang memenuhi ketentuan dan persyaratan.

Generasi Muda Mulai Berani Memiliki Rumah

Tidak hanya masyarakat yang telah berkeluarga dan memiliki usaha, peluang kepemilikan rumah melalui FLPP juga mulai dimanfaatkan oleh generasi muda.

Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, mengatakan masyarakat yang belum memiliki rumah, termasuk generasi muda yang telah memenuhi persyaratan, tidak perlu ragu untuk mulai merencanakan kepemilikan rumah.

Menurut Heru, data realisasi sementara hingga 4 September 2026 menunjukkan penerima manfaat tertinggi justru berasal dari kelompok usia 19–25 tahun atau Generasi Z.

“Menariknya, berdasarkan realisasi sementara hingga 4 September 2026, penerima manfaat tertinggi justru berasal dari kelompok usia 19–25 tahun atau Generasi Z. Ini menunjukkan bahwa generasi muda mulai memiliki kesadaran dan keberanian untuk merencanakan kepemilikan rumah sejak dini,” ujar Heru dalam keterangan persnya yang diterima media ini, Sabtu (5/9/2026)..

Ia menilai kondisi tersebut menjadi sinyal positif bahwa generasi muda mulai memandang kepemilikan rumah sebagai bagian dari perencanaan masa depan, bukan sesuatu yang harus ditunda hingga usia tertentu.

Heru mengingatkan, masyarakat tidak perlu merasa harus menunggu sampai memiliki penghasilan besar untuk mulai mempertimbangkan rumah pertama. Hal yang lebih penting adalah memahami kemampuan finansial, memastikan terpenuhinya persyaratan, serta berani mengambil langkah awal.

“Jangan merasa harus menunggu sampai memiliki penghasilan besar untuk memiliki rumah pertama. Yang penting adalah memahami kemampuan, memenuhi persyaratan, dan berani mengambil langkah pertama,” katanya.

Pemerintah Sediakan 350 Ribu Unit Rumah Subsidi

Pada 2026, pemerintah menyediakan kuota sebanyak 350.000 unit rumah subsidi melalui Program FLPP. Dengan kuota tersebut, kesempatan bagi masyarakat yang memenuhi persyaratan untuk memiliki rumah pertama masih terbuka.

Berdasarkan realisasi sementara periode 1 Januari hingga 3 September 2026, sebanyak 144.691 unit rumah telah tersalurkan melalui Program FLPP dengan nilai pembiayaan mencapai Rp17,99 triliun.

Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memperluas akses masyarakat terhadap pembiayaan perumahan sekaligus mendorong semakin banyak masyarakat berpenghasilan rendah mendapatkan hunian yang layak.

BP Tapera pun mengajak masyarakat yang hingga kini belum memiliki rumah untuk tidak hanya menunggu, tetapi mulai mencari informasi mengenai program pembiayaan yang tersedia.

Masyarakat juga didorong untuk terlebih dahulu mempertimbangkan kemampuan finansial, memahami persyaratan, serta melihat pilihan rumah yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing.

Rumah Pertama dan Perjalanan Membangun Masa Depan

Bagi Heru, rumah pertama memiliki makna yang lebih besar daripada sekadar bangunan fisik. Rumah menjadi tempat keluarga membangun kehidupan, menata masa depan, sekaligus menjadi salah satu fondasi penting dalam meningkatkan kualitas hidup.

“Rumah pertama bukan tentang seberapa besar penghasilanmu. Tapi tentang keberanian mengambil langkah pertama untuk masa depan. Setiap orang memiliki perjalanan dan kemampuan yang berbeda, tetapi kesempatan untuk memiliki rumah dapat dimulai ketika kita berani mengambil langkah dan memanfaatkan kesempatan yang ada,” ungkap Heru.

Cerita Rosmini memperlihatkan bagaimana rumah pertama dapat menjadi bagian dari perjalanan panjang seseorang dalam membangun kehidupan. Dari warung yang pernah roboh akibat bencana, ia memilih untuk kembali berdagang dan perlahan membangun kehidupan yang lebih baik.

Kini, tempat tinggal sekaligus warung menjadi bagian dari perjalanan barunya.

Kisah Rosmini juga menjadi cerminan bahwa penerima manfaat program perumahan memiliki latar belakang yang beragam. Mulai dari pedagang sembako, tukang becak, ustaz, pedagang cilok, satpam, asisten rumah tangga hingga generasi muda berusia 19–25 tahun.

Mereka memiliki kondisi, pekerjaan, kemampuan dan perjalanan hidup yang berbeda. Namun, terdapat satu kesamaan, yakni adanya kemauan untuk berusaha dan keberanian mengambil kesempatan.

Dengan kuota FLPP yang masih tersedia pada 2026, BP Tapera kembali mengingatkan masyarakat yang memenuhi persyaratan agar mulai mencari informasi dan mempersiapkan diri.

Sebab, rumah pertama bukan semata-mata mengenai seberapa besar penghasilan yang dimiliki, tetapi mengenai keberanian untuk memulai langkah menuju masa depan yang lebih baik. (*)

Editor: Js